Tinggalkan Spanyol, Juan Carlos Menetap di Republik Dominika

Tinggalkan Spanyol, Juan Carlos Menetap di Republik Dominika
Eks raja Spanyol Juan Carlos. (antara)

INILAH, Madrid - Eks raja Spanyol Juan Carlos sementara menetap di Republik Dominika setelah meninggalkan negaranya karena terjerat skandal korupsi, demikian isi berita koran La Vanguardia dan ABC, Selasa, tanpa menyebutkan narasumber yang jelas.

Juan Carlos pergi ke luar negeri setelah tekanan publik terhadap dirinya memuncak. Sejauh ini, kejaksaan Spanyol dan Swiss telah bekerja sama menyelidiki dugaan penyuapan terhadap Juan Carlos terkait kontrak pembangunan kereta cepat.

Ia memutuskan pergi ke luar negeri agar anaknya, Raja Felipe, tidak terganggu oleh skandal tersebut, kata pihak istana, Senin (3/8), tanpa memberi informasi mengenai negara yang menjadi tujuan Juan Carlos.

Koran La Vanguardia memberitakan Juan Carlos, 82, berkendara ke Portugal pada Senin pagi dan terbang dari sana ke Republik Dominika.

Menurut laporan itu, Juan Carlos berencana tinggal di Republik Dominika selama beberapa minggu bersama keluarganya sebelum berpindah ke tempat baru. Juan Carlos dan keluarganya membangun kekayaannya dari perkebunan gula.

Tanggapan masyarakat Spanyol terhadap kepergian Juan Carlos terpecah, dan sebagian kalangan beranggapan ia harus tetap berada di dalam negeri untuk mengikuti proses hukum.

Juan Carlos merupakan tokoh penting yang membantu Spanyol beralih dari era diktator menuju pemerintahan demokratis, khususnya setelah Fracisco Franco, pemimpin otoriter di negara itu wafat.

Di tengah  spekulasi yang banyak beredar mengenai negara tujuan Juan Carlos, salah satu saluran televisi di Portugal, TVI24, dan tabloid Correio da Manha pada Senin mengatakan sang mantan raja itu berada di Cascais, sebuah kawasan resor mewah yang berada dekat Lisbon.

Juan Carlos menghabiskan sebagian masa kecilnya di daerah tersebut. Walaupun demikian, dua media Portugal itu tidak menyebutkan narasumber yang jelas terkait informasi tersebut.

Pengacara Juan Carlos pada Senin mengatakan kliennya akan tetap mengikuti proses hukum yang digelar kejaksaan. (antara)