Aspirasi Anton, PT SBI Salurkan Dana Rp150 Juta ke Tiga Lembaga Keagamaan

Aspirasi Anton, PT SBI Salurkan Dana Rp150 Juta ke Tiga Lembaga Keagamaan
Foto: Reza Zurifwan

INILAH, Bogor - Dalam masa resesnya, anggota Komisi VI DPR RI dari daerah pemilihan Bumi Tegar Beriman yaitu Anton Sukartono Suratto menyalurkan dana corpororate social responsibility (CSR) PT Solusi Bangun Indonesia (SBI) ke sekolah madrasah, Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD), maupun majelis taklim.

Tiga lembaga pendidikan keagamaan tersebut masing-masing mendapatkan dana rehabilitasi gedungnya sebesar Rp50 juta dari PT SBI yang pabrik semennya berada di Kecamatan Klapanunggal, Kabupaten Bogor.

"Hari ini melalui aspirasi kami, akhirnya PT SBI menyalurkan dana CSRnya ke sekolah madrasah di Kecamatan Cibinong, PAUD di Kecamatan Citeureup dan besok lusa ke salah satu majelis taklim di Kecamatan Ciampea dengan total besar dana CSR sebesar Rp150 juta," kata Anton kepada wartawan, Selasa (4/8/2020).

Ketua DPC Partai Demokrat Kabupaten Bogor itu menerangkan, penyaluran dana CSR ke lembaga keagamaan ini karena mereka kurang tersentuh bantuan dari pemerintah daerah.

"Pemkab Bogor mungkin membantu lembaga keagamaan namun karena tidak tercover semua akhirnya kami yang bermitra dengan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) seperti PT SBI berinisiatif mengusulkan alokasi bantuan ini, Alhamdulillah usulan kami disetujui," terangnya.

Sementara itu, KH Zainudin sebagai Ketua Yayasan Al-Ittihaadul Jadiid mengucapkan banyak terima kasih atas kepedulian Anton Sukartono Suratto sebagai anggota Komisi VI DPR RI dan PT SBI atas bantuan CSR. Uang sebesar Rp50 juta iru akan digunakan untuk membangun toilet, ruang kelas atau merenovasi atap bangunan yang bocor.

"Alhamdulillah kami mendapatkan bantuan dana CSR dari Komisi VI DPR RI dan PT SBI, kami akan memanfaatkan dana ini sebaik mungkin dan cukup ga cukup InsyaAllah harus cukup. Semoga kedepan bantuan sosial seperti ini lebih besar dan lebih sering lagi demi kenyamanan santri dalam kegiatan belajar mengajar," ujarnya. (Reza Zurifwan)