ASN Pemprov Jabar Ini Bersedekah WiFi di Massa Pandemi

ASN Pemprov Jabar Ini Bersedekah WiFi di Massa Pandemi
istimewa

INILAH, Bandung-Di massa Covid-19 memaksa masyarakat mengubah kebiasaannya. Tak terkecuali mengenai proses belajar mengajar siswa dan siswi yang dewasa ini dilaksanakan via pembelajaran jarak jauh (PJJ).

Kuota internet dan gawai tentunya menjadi hal yang mutlak dimiliki oleh siswa-siswi untuk melaksanakan PJJ. Hanya saja, tidak semua masyarkat yang mampu untuk memilikinya. 

Hal tersebut yang membuat salah seorang ASN Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Barat Lovita Rosa (51) merasa terpanggil untuk membantu. Dia menjadikan garasi dan teras rumahnya yang berada di Kompleks Permata Biru, Cinunuk, Kabupaten Bandung sebagai tempat belajar bagi anak-anak yang kesulitan membeli kuota internet.

"Saya sering mendengar keluhan orang tua yang kesulitan membeli kuota, akhirnya saya buka di sini. Ya bagi yang membutuhkan saja," ujar Lovita, Rabu (5/8/2020) 

Sejauh ini, dia mengatakan, baru ada empat orang anak yang belajar rutin di garasinya. Selain berbagi jaringan internet, Lovita pun meminjamkan satu unit ponselnya bagi anak yang tak memiliki gawai untuk mengakses aplikasi Class Room.

Tidak hanya itu, Lovita pun mengajak rekan-rekannya untuk melakukan sedekah WiFi ini. Dan di antaranya sudah mengikuti jejak salah satu ASN di Dinas Komunikasi dan Informasi (Diskominfo) Jabar ini. 

"Mudah-mudahan saja makin banyak orang yang melakukan hal serupa, agar bisa meringankan siswa yang kesulitan mengakses internet," katanya.

Lovita berharap, sedekah WiFi ini dapat dijadikan inspirasi oleh Gubernur Jawa Barat untuk mengajak ASN di Pemprov Jabar melalukan hal yang serupa minimal di tempat tinggalnya masing masing. Di mana membantu orang membutuhkan di massa pandemi Covid-19 tidak melulu harus secara ekonomi. 

"Aku enggak bisa membantu banyak secara ekonomi, yang bisa menbantu secara kecil saja melalui sedekah WiFi ini," pungkasnya. 

Diketahui, Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat (Disdik Jabar) memiliki program kuota internet gratis untuk menunjang pembelajaran jarak jauh (PJJ) siswa tingkat SMA negeri sederajat. Di mana kuota internet pun akan diberikan dalam bentuk kartu SIM, yang dibagikan ke masing-masing alamat peserta didik.

Sekretaris Disdik Jabar Wahyu Mijaya mengatakan, pihaknya sudah menyerahkan ke setiap sekolah mengenai petunjuk teknis dan pelaksanaan pembagian kuota gratis. Adapun besaran kuota yang akan diberikan tergantung dari pihak sekolah. 

"Karena berbeda-beda kebutuhan kuota di setiap sekolah, itu sudah kami serahkan ke sekolah (teknis pembagiannya)," ujar Wahyu, Rabu (5/8/2020).

Menurut Wahyu, memang tidak semua siswa bisa mendapatkan kuota ini. Di mana sekolah diberi kewenangan untuk menginventarisir kebutuhan murid yang satu dengan yang lainnya. 

Hal tersebut, dia melanjutkan, guna menekankan azas keadilan dalam pembagian kuota. Dia juga mengatakan, setiap sekolah akan lebih memahami jaringan terbaik yang bisa digunakan di wilayahnya masing-masing. Dia memberi contoh, di satu tempat misalnya yang bagus operator A, terus di tempat lain operator B, dan itu beda-beda. 

"Baik alokasi anggaran ke sekolah untuk kuota internet dan kebutuhan yang diperlukan, itu tergantung dari inventarisir kebijakan sekolah, harus efektif dan efisien, tidak bisa dipersamakan antara kondisi sekolah atau siswa yang satu dengan yang lainnya," kata Wahyu.(riantonurdiansyah)