Lelang Kendaraan Barbuk Kejahatan, Kejaksaan Setor Rp360 Juta ke Negara

Lelang Kendaraan Barbuk Kejahatan, Kejaksaan Setor Rp360 Juta ke Negara
Foto: Reza Zurifwan

INILAH, Bogor - Kejaksaan Negeri Kabupaten Bogor menyetor uang kas sebesar Rp360 juta kepada negara, hal itu dilakukan setelah personel adhyaksa ini melelang 5 unit mobil dan 110 unit motor.

Lelang ratusan kendaraan roda dua dan roda empat hasil atau barang bukti kejahatan selama tahun 2018 dan 2019 ini dilakukan secara online karena saat ini Bumi Tegar Beriman masih dalam pandemi Covid-19.

"Kami telah melelang 5 unit mobil dan 110 unit motor barang bukti (Barbuk) kejahatan yang persidangannya sudah dinyatakan inkracht oleh pengadilan, hasil penjualan sebesar Rp 360 juta langsung kita setor ke kas negara," kata Kepala Kejaksaan Negeri Cibinong Munaji kepada wartawan, Kamis (6/8/2020). 

Dia menerangkan, ratusan unit kendaraan ini tidak hanya hasil kejahatan pidana, tetapi juga kejahatan perdata hingga tindak pidana korupsi (Tipikor).

"Ratusan unit kendaraan ini Barbuk kasus penadahan, pencurian kendaraan bermotor hingga rampaan negara terhadap kasus-kasus Tipikor seperti kasus kredit fiktif di Kantor Cabang BRI Parungpanjang maupun lainnya," terangnya.

Munaji menuturkan sebelum dilelang, untuk Barbuk kejahatan pidana sebelumnya sudah diumumkan namun para pemiliknya tidak ada yang datang ke Kantor Kejaksaan Negeri Kabupaten Bogor

"Dari 110 unit motor, 80 unit diantaranya adalah hasil kejahatan pencurian kendaraan bermotor hingga penadahan dan 30 unit motor lainnya adalah hasil razia lalu lintas yang tidak ada surat-suratnya. Karena tidak jelas kepemilikannya walaupun kita sudah umumkan, akhirnya kita memohon PN Cibinong untuk bisa melelangnya," tutur Munaji.

Ia melanjutkan bahwa para pemenang lelang unit mobil maupun motor akan diberikan surat keterangan pemenang lelang dari Kejaksaan Negeri Kabupaten Bogor.

"Dengan adanya surat keterangan pemenang lelang dari Kejaksaan Negeri Kabupaten Bogor, maka mereka bisa membuat Surat Tanda Nomor Kendaraan (STNK) dan Buku Pemilik Kendaraan Bermotor (BPKB) di kantor Samsat di wilayahnya," lanjutnya. (Reza Zurifwan)