Lab dan Mesin PCR Sudah Oke, Jabar Masih Punya Kendala Swab Test

Lab dan Mesin PCR Sudah Oke, Jabar Masih Punya Kendala Swab Test
istimewa

INILAH, Bandung-Terbatasnya Sumber Daya Manusia (SDM) pada laboratorium di Jawa Barat menjadi kendala dalam melaksanakan metode swab test atau PCR (polymerase chain reaction). Hal tersebut mengakibatkan hasil pemeriksaan sample tes terlambat keluar. 

Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan dan Penanggulangan Covid-19 Jawa Barat Daud Achmad mengatakan, sebetulnya Jabar tidak kekurangan laboratorium dan mesin PCR.

"Kita punya 27 laboratorium di Jabar hanya kendalanya masalah SDM," ujar Daud, Kamis (6/8/2020). 

Menurut Daud, setiap SDM di laboratorium membutuhkan keahlian khusus untuk melakukan analisis. Selain itu, kadang kala laboratorium tersebut libur pada hari Minggu. 

"Nah ini yang menjadi kendala," ucapnya. 

Kendati begitu, Daud mengklaim, setiap laboratorium di Jabar rata-rata dapat melakukan 5-6 ribu pemerikasan dalam satu pekan. Dengan begitu, diharapkan dapat mencapai target yang sesuai dengan petunjuk WHO dalam melaksanakan tes PCR.

Daud menambahkan, petunjuk dari WHO yaitu melalukan tes pada 1 per 1000 jumlah penduduk per Minggu.  Artinya untuk di Jabar sekitar 50.000 tes PCR per minggu. 

"Saya punya informasi, Jabar punya stok 150.000 lebih alat PCR. Jadi untuk tiga Minggu ke depan, per minggunya 50.000 tes," katanya. 

Dengan jumlah laboratorium di Jabar,  Daud optimis target tersebut akan tercapai. Terlebih, ada pula usulan dari Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil yang mendapatkan aspirasi dari rumah sakit dan laboratorium swasta untuk terlibat. 

"Mereka menawarkan diri untuk bisa menjadi lab yang dimanfaatkan oleh pemerintah. Nanti akan dintentukan skemanya seperti apa. Karena untuk menyikapi Covid-19 ini semua pihak harus bekerjasama," pungkas Daud. (Riantonurdiansyah)