Viral Warga Bojonggede Amuk Petugas Saat Kepergok Buang Sampah Liar

Viral Warga Bojonggede Amuk Petugas Saat Kepergok Buang Sampah Liar
Seorang ibu berinisial A  warga Kampung Manggis, Desa Bojongbaru, Bojonggede tak terima saat terkena Operasi Tangkap Tangan (OTT) pembuangan sampah liar di Jembatan yang menghubungkan wilayah Bojonggede dengan Cibinong itu. (Reza Zurifwan)

INILAH, Cibinong-Seorang ibu berinisial A  warga Kampung Manggis, Desa Bojongbaru, Bojonggede tak terima saat terkena Operasi Tangkap Tangan (OTT) pembuangan sampah liar di Jembatan yang menghubungkan wilayah Bojonggede dengan Cibinong itu.

Wanita berusia 56 tahun itu pun tak segan memarahi petugas Satpol PP dan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Bogor yang memergoki aksi tak terpujinya.

"Banyak orang yang membuang sampah di Jembatan PDAM, kenapa saya saja yang ditindak," ungkap A kepada petugas, Jumat, (7/8).

Dia menerangkan bahwa dirinya tau ada plang larangan membuang sampah sembarangan du Jembatan PDAM, namun karena banyak yang membuang sampah dan adanya truk sampah yang mengangkutnya, maka ia pun ikut-ikutan membuang sampah sembarangan di jembatan tersebut.

"Saya tau ada plang larangan membuang sampag sembarangan, tapi banyak yang buang dan ada petugas Pemda Kabupaten Bogor yang mengangkut sampahnya," terangnya.

Ketika dimintai E-KTPnya oleh petugas, wanita kelahiran Kediri, Jawa Timur ini pun menyerahkan data kependudukannya sambil berujar silahkan catat karena saya tidak salah.

"Kalau mau lihat dan cata E-KTP saya silahkan karena saya tidak salah, kalau mau duit seberapa gede sih saya tidak masalah yang penting urusan cepet selesai karena saya mau pulang kampung ke Jawa karena ada saudara saya meninggal dunia," paparnya sambil menawarkan uang Rp  200 ribu.

Kepala Satpol PP Kabupaten Bogor  Agus Ridho  menuturkan kepada ibu tersebut bahwa ini bukan masalah sanksi denda, tetapi kedisiplinan masyarakat untuk membuang sampah pada tempatnya.

"Kami tadi meminta agar ibu tersebut merelakan sementara E-KTPnya kami tahan agar ia hadir saat sidang tindak pidana ringan (Tipiring), kalau mengenai uang Rp 200 ribu kami serahkan lagi karena walaupun nanti ada sanksi denda, masyarakat yang melakukan pelanggaran membayarnya ke petugas Kejaksaan Negeri Kabupaten Bogor," tutur Agus. (Reza Zurifwan)