Sarana Olahraga di Bandung Diberikan Relaksasi, Kecuali 2 Tempat Ini

Sarana Olahraga di Bandung Diberikan Relaksasi, Kecuali 2 Tempat Ini
ilustrasi

INILAH, Bandung - Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kota Bandung terus mengawasi kegiatan sarana olahraga di Kota Bandung memastikan seluruh kegiatan olahraga menerapkan protokol kesehatan.

“Penggunaan sarana yaitu 50 persen dari kapasitas. Kemarin ke sarana oelahraga, kita memantau protokol kesehatan. Kita pastikan tempat cuci tangan, thermo gun, hand sanitizer, penggunaan masker dan juga jarak itu diterapkan dengan baik,” kata Kepala Seksi Ifrastruktur dan Sarana Olahraga Dispora Kota Bandung, Fiator Ambarita.

Dia menjelaskan, di Kota Bandung terdapat 15 sarana olahraga milik Pemkot Bandung serta sekitar 300 sarana olahraga milik swasta atau pengusaha. Semua sarana olahraga bisa beroperasi terkecuali sarana olahraga fitness atau gym.

Hal tersebut belum diperbolehkan karena masih penggunaan alat yang bergiliran yang mampu digunakan banyak orang, yang disiyalir akan menyebarkan virus.  “Kita sudah monitoring ke Siliwangi juga tempat boling, kolam renang cipaku, semua sarana boleh relaksasi, kecuali fitnes dan gym,” ucapnya. 

Fiator mengatakan, untuk sarana olahraga yang sudah relaksasi wajibkan mengikuti protokol kesehatan, juga menyediakan ruang isolasi.  “Terutama harus ada ruang isolasi, kita tekankan mereka. Kita sudah cek dan sudah ada ruangannya. Itu salah satu persyaratan wajib,” ujar dia. 

Sementara itu, untuk pembinaan atlet hanya diperbolehkan latihan saja. Sampai saat ini tidak dperbolehkan untuk melaksanakan turnamen atau pertandingan lainnya.

“Untuk pembinaan atlet hanya boleh latihan saja. Turnamen pertandingan itu belum dperbolehkan sampai saat ini. Pemerintah hanya menyediakan sarananya saja bagi mereka yang akan latihan. Maksimal 50 persen yang boleh latihan, kita akomodir cabor itu,” tandasnya. (Yogo Triastopo)