Pemkot Bogor Geber Tes Swab, Satu Bulan Ditargetkan Selesai

Pemkot Bogor Geber Tes Swab, Satu Bulan Ditargetkan Selesai
istimewa

INILAH, Bogor - Pemerintah Kota (Pemkot) bakal menyasar tempat umum untuk melakukan uji polymerase chain reaction (PCR) atau test swab. Terlebih, Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kota Bogor telah meresmikan alat PCR pada Jum'at (7/8/2020) siang.

 

Wali Kota Bogor, Bima Arya mengatakan, dirinya bangga, bertepatan hari ulang tahun ke-6 RSUD Kota Bogor sekaligus mengumumkan kepada publik bahwa laboratorium PCR segera beroperasi. Dengan begitu Pemkot Bogor bisa mengejar 11.000 mengikuti standar WHO. 

 

"Dan saat ini sudah mencapai 8.400 orang yang dilakukan test swab secara acak di Kota Bogor," ungkap Bima pada Jum'at (7/8/2020) siang.

 

Bima menargetkan, satu bulan selesai, apalagi PCR itu mampu mempercepat uji spesimen Covid-19 di Kota Bogor yang sedang mengalami peningkatan kasus positif Covid-19. Sebab, secara kapasitas, PCR tersebut dapat memeriksa sebanyak 300 sampel per hari.

 

"Satu alat 98 sampel setiap putaranya. Satu bulan lagi selesai. Apalagi kalo sudah ada. Ini prosesnya kita percepatan. Ya, muda-mudahan minggu depan dioperasikan," tambahnya.

 

Bima juga mengatakan, Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Bogor juga sudah menempatkan itu melalui Labkesda Kota Bogor dan saat ini RSUD Kota Bogor. Karena pandemi Covid-19 tak bisa selesai dalam waktu dekat.

 

"Kami tidak mau mengotak-atik angka. Bisa saja tesnya positif, yang positif juga sedikit. Tapi di kota Bogor lebih baik test banyak kelihatan positifnya banyak tetapi warga banyak yang selamat," tuturnya.

 

Masih kata Bima, Pemkot Bogor dapat mengakselerasi mitigasi infeksi. Sehingga ketika ada satu orang ketahuan positif, Detektif Covid-19 langsung bergerak. 

 

"Ada tracing kontak, unit lacak, dan unit pantau gitu. Jadi satu positif 2x24 jam langsung Tim Detektif Covid-19 ini menetapkan orang yang dinyatakan orang dalam pemantauan itu. Jadi membuat sistem ini bekerja. Kalo testnya sedikit sistem ini gak maksimal," kata Bima.

 

Bima Arya juga meminta, agar masyarakat betul-betul menerapkan protokol kesehatan. Ia mengimbau, agar warga tak abai agar terhindar dari Covid-19.

 

"Saya merasakan waktu itu. Ketat sekali. Bahkan saya dimarahin. Pak wali gak boleh keluar, ke teras, kenapa? Karena airbone. Kemudian di rawat dokter Koko, pak WHO meralat jadi sudah boleh keluar. Tapi itu artinya protokol kesehatan diperhatikan. Walaupun sekarang banyak debat," tegasnya.

 

Bima memaparkan, dengan adanya penularan virus Covid-19 di beberapa rumah sakit, Bima meminta untuk memastikan protokol kesehatan harus berjalan baik di RSUD Kota Bogor.

 

"Tapi apapun itu tetap resiko sangat besar," paparnya. (Rizky Mauludi)