Komisi V DPRD Jabar Studi Banding ke Disdik Jateng

Komisi V DPRD Jabar Studi Banding ke Disdik Jateng
Komisi V DPRD Jabar Studi Banding ke Disdik Jateng

INILAHKORAN,- Komisi V DPRD Jawa Barat melakukan kunjungan ke Kantor Cabang Dinas Pendidikan Jawa Tengah wilayah XI Kota Tegal dan Brebes, 4 hingga 6 Agustus 2020.
Dalam kunjungan ini rombongan diterima Samsudin, Kepala Cabang Pendidikan XI beserta jajarannya.
 
Pada kesempatan itu rombongan Komisi V yang juga didampingi Jajaran Dinas Pendidikan Jawa Barat melakukan studi banding terkait menejemen penganggaran, kebijakan-kebijakan pembiayaan pendidikan dan persiapan untuk pembelajaran tatap muka yang akan dilakukan di Kota Tegal. “Ada beberapa keteladanan yang bisa kita contoh dari pertemuan dengan dinas pendidikan provinsi Jawa Tengah ini” ungkap Abdul Hadi yang merupakan wakil ketua komisi V ini“.

Diantaranya mengenai sIstem penganggaran, dimana KCD sudah bisa mendapatkan delegasi penganggaran, sehingga tidak bertumpuk di dinas pendidikan Jawa Tengah, hal ini terlihat dari besarnya anggaran yang dimiliki oleh KCD XI Jateng  sampai dengan 35 M berbeda dengan KCD di Jawa Barat yang hanya menerima anggaran paling banyak sampai senilai 2 milyar saja, hal ini karena masih tersentralnya di kepala dinas ” lanjut Abdul Hadi.

Hal demikian semakin menguatkan komisi V DPRD Jawa Barat untuk merekomendasikan adanya pendelegasian kewenangan dari kepala dinas kepada kepala cabang dinas, diantaranya mengenai anggaran dan kewenangan-kewenagangan terkait oprasional pendidikan.

Abdul Hadi mengatakan nantinya akan menerapkan sistem desentralisasi anggaran di Jawa Barat. “Administrasi menejemen anggaran disini (Disdik Jawa Tengah. red) sudah lebih maju di banding di Jawa Barat yang dimana penganggaran di Jawa Tengah ini sudah terjadi desentralisasi anggaran itu bukan cuman di dinas provinsi tetapi di desentralisasikan sampai ke KCD” ujar Abdul Hadi.

Pada waktu yang sama, Siti Muntamah yang turut dalam rombongan DPRD Jawa Barat ini sangat kagum dengan apa yang dilakukan oleh Disdik Jawa Tengah ini.“Saya melihat, bahwa provinsi Jawa Tengah, sudah menerapkan desentralisasi di sekolah-sekolah cabang dinas, ini tentu membanggakan sekali, sehingga tidak tertumpuk, kepada disdik pusat di jateng, ini adalah bagian dari kepercayaan, kompetensi pengelolaan yang sudah dilakukan cabang dinas, memutus mata rantai dari eksekusi dari anggaran program, karena kalau semuanya terpusat di disdik jateng, maka akan terjadi penumpukan dan  antrian, dengan adanya desentralisasi ini bisa mempercepat eksekusi kebutuhan-kebutuhan pendidikan di cabang-cabang dinas, mulai di sarana prasarana, kegiatan, termasuk juga meningkatkan kompetensi, kapasitas dari tenaga pendidik dari wilayah cabang dinas” ungkap siti.

Dari pertemuan ini juga diketahui bahwa kantor cabang dinas pendidikan di Jateng sudah diberikan kantor. Hal ini bukan hanya menjadi eksistensi tugas dan tupoksinya, tetapi juga sebagai bagian dari fungsi anggaran, juga sebagai ruang untuk bisa berkoordinasi.
 
“saya berharap ini juga bisa diterapkan di Jawa Barat, apalagi Jawa Barat merupakan provinsi yang besar, memiliki 13 KCD, kalaulah anggaran dari setiap kebutuhan cabang dinas di desentralisasi, saya menyakini Jawa Barat mampu lebih maju dan insha allah bisa mengejar ketertinggalannya.” Lanjut Siti Muntamah

Hal lain yang menjadi sorotan dalam pertemuan itu adalah tentang Program Pemprov Jateng untuk menyelenggarakan Sekolah Tanpa Sekat dan  sekolah gratis.

Jawa Tengah sendiri telah memiliki 3 sekolah gratis dan juga akan ada 15 sekolah gratis lagi di tahun ini, dimana salah satu sumber anggarannya adalah dari dana zakat yang dikelola oleh BAZNAS Jawa Tengah. “Tentu saja ini menjadi kebanggan, bahwa ternyata dengan menggunakan anggaran zakat yang dikelola oleh Baznas Jateng, telah mampu melahirkan satu fasilitas gratis bagi masyarakat miskin dari A-Z semua gratis.

Semoga inspirasi ini bisa dibawa ke Jawa Barat, cocok dgn jabar karena masyarakatnya besar, zakat yg dikumpulkannya juga besar”, ungkapnya.