Karang Taruna Kota Bandung Minta Euforia Agustusan Diisi Bhakti Sosial

Karang Taruna Kota Bandung Minta Euforia Agustusan Diisi Bhakti Sosial

INILAHKORAN,- Karang Taruna Kota Bandung meminta organisasi kewilayahan di bawahnya, untuk tidak menggelar kegiatan perlombaan dan panggung hiburan pada 17 Agustus mendatang. Meski begitu, peringatan Hari Kemerdekaan Indonesia harus tetap dilaksanakan dengan bentuk lain.

Ketua Karang Taruna Kota Bandung Andri Gunawan mengatakan, telah melakukan himbauan kepada seluruh pengurus karang taruna di kecamatan maupun kelurahan, untuk beradaptasi dengan situasi Pandemi Covid-19. Diantaranya, mengganti kegiatan yang sifatnya euforia dan perlombaan dengan kegiatan sosial.

Dia menilai, kegiatan perlombaan dan panggung hiburan pada 17 Agustus berpotensi menyebabkan adanya kerumunan serta berisiko menjadi lokasi penyebaran Covid-19. "Saya sudah menyampaikan himbauan ke pengurus karang taruna di kelurahan untuk sementara tidak melaksanakan dulu kegiatan yang sifatnya akan berisiko terhadap penyebaran Covid-19," ucap Andri saat dihubungi melalui sambungan telepon, Minggu (9/8/2020).

"Temen-temen (karang taruna) kalau ada anggaran untuk pelaksanan panggung dan lomba dikonversi saja menjadi sembako yang dibagikan kepada warga yang kurang mampu," sambungnya.

Selain kegiatan sosial, Andri mengungkapkan, pihaknya juga telah mengimbau untuk melakukan gerakan pemasangan bendera. Gerakan ini diyakini dapat meningkatkan rasa nasionalisme masyarakat."Kita juga sudah mengarahkan untuk melakukan gerakan pemasangan bendera disetiap rumah, karena kita ketahui hari ini banyak rumah yang ga pasang bendera," ujarnya.

Nantinya, lanjut Andri, pengurus Karang Taruna di kewilayahan diminta untuk mencatat jumlah rumah yang tidak melakukan pemasangan bendera. Catatan tersebut, akan dijadikan bahan laporan ke kecamatan atau kelurahan untuk dievaluasi.

"Kami ingin mereka mencatat tapi bukan untuk dipersekusi, berapa rumah disekitar mereka yang tidak pasang bendera. Nanti mereka laporkan ke kelurahan untuk dievaluasi kira-kira ada apa fenomena ini, kalau ga mampu kita belikan benderanya, jadi bukan untuk dipersekusi disuruh dipaksa pasang bendera," tutur Andri.

Saat disinggung respon dari Karang Taruna kewilayahan dibawahnya. Andri memastikan, tidak ada penolakan dari mayoritas seluruh pengurus Karang Taruna. "Mereka malah senang sekali ketika mendengar himbauan itu, karena prinsipnya orang ini sikap dasarnya baik. Jadi ketika digiring mereka untuk mengalah tidak ada panggung dan hiburan dan dikonversi jadi baksos mereka senang," pungkasnya. (Ridwan Abdul Malik)