Keren, Ibu Paruh Baya Ini Menyulap Tusuk Sate Jadi Miniatur Masjid

Keren, Ibu Paruh Baya Ini Menyulap Tusuk Sate Jadi Miniatur Masjid
Foto: Asep Mulyana

INILAH, Subang – Ujung tombak kesuksesan seseorang bisa diukur dari kreatifitasnya.‎ Orang yang kreatif lebih cenderung memiliki jiwa entrepreneur. Ini buktinya!

Berbicara soal kreatifitas, di pinggiran kota Subang, tepatnya di Gang Cendrawasih, Kelurahan Soklat, Kabupaten Subang, ada seorang ibu paruh baya yang bisa dikatakan sangat kreatif. Bagaimana tidak, hanya bermodalkan tusuk sate dan stik es krim, ibu tersebut bisa membuat miniatur bangunan, semisal masjid, rumah dan vila yang sangat estetik dan tentunya bernilai ekonomis.

Adalah R Pangesti Artirama (60). Kiprahnya membuat karya seni berbahan kayu itu sudah berlangsung 10 tahun terakhir. Awalnya nyoba-nyoba, karena saat itu niatnya membuat miniatur ini hanya sekedar untuk menghilangkan kantut dan kejenuhan saat menunggui orang tuanya yang sakit kala itu.

“Dulu mah iseng-iseng saja, sambil ngisi waktu merawat orang tua. Itu pun hanya pakai kardus bekas. Yang pertama dibuat, itu sebuah celengan,” ujar Pangesti kepada wartawan.

Setelah berhasil menggunakan bahan dari kardus bekas, sambung dia, dirinya pun mencoba esperimennya yang lain dengan menggunakan tusuk sate dan stik yang biasa digunakan untuk es krim. Namun, untuk uji cobanya yang kedua ini, dirinya juga belajar dari tutorial di laman youtube.

Saat ini, kata dia, dirinya bisa membuat beberapa miniature dalam seharinya. Memang, sejauh ini dirinya belum fokus untuk memperbanyak produksinya. Mengingat, waktunya masih terbagi dengan mengurus orang tuanya yang sudah usia uzur.

“Jadi, yang saya buat itu miniatur berupa bangunan. Misalnya, celengan berbentuk rumah. Atau miniature masjid,” jelas dia.

Pangesti menambahkan, sejauh ini dirinya belum kepikiran untuk mengomersilkan ata menjual hasil kerajinannya ini. Namun, dirinya pun membuka tangan jika ada warga yang ingin membeli buah tangannya itu.

“Kalau dijual umum sih engga. Tapi kalau ada yang pesan atau yang berminat, ya dilayani. Harganya tergantung ukuran, dari muali Rp 200 ribu hingga Rp 1 juta,” tambah dia. (Asep Mulyana)