RS Azra Klaim 10 Karyawannya Negatif Covid-19

RS Azra Klaim 10 Karyawannya Negatif Covid-19
Foto: Rizki Mauludi

INILAH, Bogor - Rumah Sakit Azra Kota Bogor melakukan pemeriksaan swab ulang kedua terhadap 10 karyawan nonmedis yang sebelumnya diberitakan positif terpapar Covid-19. 

Wakil Direktur Medis RS Azra Jeffry Rustandi mengatakan, kali ini hasilnya dinyatakan negatif. Hasil pemeriksaan Lembaga Biologi Molekular Eijkman ini sama dengan yang diperoleh pada pemeriksaan swab ulang pertama di laboratorium Kalgen Innolab.

"Hasil dua kali pemeriksaan swab ulang ini yang dilakukan di dua laboratorium rujukan pemerintah ini mengkonfirmasi sekaligus mengklarifikasi karyawan RS Azra kota Bogor tidak terpapar Covid-19. Dengan demikian, RS Azra bukanlah kluster Covid-19 seperti telah diberitakan media sebelumnya," kata Jeffry, Minggu (9/8/2020). 

Dia mengatakan, fakta ini juga membuktikan selama ini manajemen telah menjalankan operasional rumah sakit dengan prosedur keamanan yang berlaku dan mengacu pada protokol kesehatan yang ditentukan pemerintah. 

"Pemeriksaan swab ulang terhadap karyawan yang pada tanggal 27 Juli lalu dinyatakan positif Covid-19 ini adalah merupakan bagian evaluasi kami untuk lebih mendapatkan kepastian hasil melalui laboratorium yang ditetapkan pemerintah dan diakui kredibilitasnya secara nasional," tambahnya.

Dia menambahkan, hal itu yang menjadi alasan mengapa pihak RS Azra yang menjadi rujukan untuk penanganan pasien Covid-19 menggunakan Lembaga Biologi Molekular Eijkman. 

Menurutnya, evaluasi berupa pemeriksaan swab ulang pertama dan kedua yang dilakukan oleh laboratorium yang menjadi rujukan pemerintah dalam penanganan Covid-19 serta memiliki kredibilitas juga reputasi yang baik ini sangat penting karena diharapkan dapat mempertahankan kepercayaan masyarakat terhadap RS Azra sebagai rujukan pasien Covid di Jawa Barat. Langkah ini juga diharapkan dapat meredam keresahan masyarakat, terutama keluarga karyawan yang sebelumnya dinyatakan positif tersebut. 

"Adanya pemberitaan mengenai karyawan yang positif terpapar Covid, selain membuat resah keluarga karyawan, juga membuat mereka dikucilkan oleh lingkungannya. saya tegaskan apakah 10 karyawan itu sembuh dari Covid-19 atau tes swab yang dikeluarkan Dinas Kesehatan Bogor tidak akurat. Yang pasti, menurut saya RS Azra dalam menegakkan diagnosa harus mengacu pada fakta," tegasnya.

Sebagai rumah sakit yang ditunjuk menjadi rumah sakit rujukan Covid-19, RS Azra menerapkan protokol  kesehatan. Pihaknya juga melakukan langkah antisipatif lainnya dengan melakukan rapid test terhadap seluruh karyawannya dengan melaksanakan program skrining massal bagi seluruh karyawan, baik medis maupun nonmedis. (Rizki Mauludi)