Gara-gara Tekanan AS, Huawei Akan Berhenti Produksi Chipset Kirin

Gara-gara Tekanan AS, Huawei Akan Berhenti Produksi Chipset Kirin
Ilustrasi/Antara Foto

INILAH, Jakarta- Huawei akan berhenti memproduksi chipset Kirin andalannya bulan depan, karena meningkatnya dampak tekanan Amerika Serikat terhadap raksasa teknologi asal China tersebut.

Tekanan AS terhadap Huawei telah membuat divisi chip HiSilicon kesulitan untuk terus membuat chipset, komponen utama untuk ponsel Huawei, menurut CEO Consumer Business Unit Huawei, Richard Yu, dikutip dari Reuters, Minggu (9/8/2020).

Dengan hubungan AS-China yang berada dalam posisi terburuk dalam beberapa dekade ini, Washington mendesak pemerintah di seluruh dunia untuk menekan Huawei, dengan menuding perusahaan tersebut menyerahkan data kepada pemerintah China. Huawei membantah menjadi mata-mata China.

Pada Mei, Departemen Perdagangan AS juga mengeluarkan perintah yang mewajibkan pemasok perangkat lunak dan peralatan manufaktur untuk menahan diri berbisnis dengan Huawei tanpa terlebih dahulu mendapatkan lisensi.

"Mulai 15 September dan seterusnya, prosesor Kirin andalan kami tidak dapat diproduksi," kata Yu.

"Chip bertenaga AI kami juga tidak dapat diproses. Ini adalah kerugian besar bagi kami," dia melanjutkan.

Divisi HiSilicon Huawei mengandalkan perangkat lunak dari perusahaan AS seperti Cadence Design System atau Synopys untuk merancang chipnya dan menyerahkan produksinya ke Taiwan Semiconductor Manufacturing (TSMC), yang menggunakan peralatan dari perusahaan AS.

HiSilicon memproduksi berbagai macam chip termasuk jajaran prosesor Kirin, yang hanya mendukung smartphone Huawei dan merupakan satu-satunya prosesor dari China yang dapat menyaingi kualitas Qualcomm.

"Huawei mulai menjelajahi sektor chip lebih dari 10 tahun yang lalu, mulai dari sangat tertinggal, sedikit tertinggal, mengejar, dan kemudian menjadi pemimpin," kata Yu.

"Kami menginvestasikan sumber daya yang sangat besar untuk R&D, dan melalui proses yang sulit," dia menambahkan.