Universitas Pasundan Bantu dan Dampingi Para Pelaku UKM

Universitas Pasundan Bantu dan Dampingi Para Pelaku UKM
Tim Pelaksana Penerapan Iptek bagi UKM dari Prodi Administrasi Bisnis FISIP Unpas. (okky adiana)

INILAH, Bandung - Pandemi virus corona (Covid-19) tak hanya bencana kesehatan, juga telah menimbulkan resesi di sektor ekonomi.

Selain industri besar, dampak virus corona juga membuat para pelaku Usaha Kecil Menengah (UKM) megap-megap, inilah yang melandasi Administrasi Bisnis Fakultas Ilmu Sosial dan Politik (Fisip) Universitas Pasundan (Unpas) berempati membantu para pelaku UKM.

"Dampak pandemi terhadap UKM di antaranya bahan baku sulit didapat, lesunya jual-beli, distribusi terhambat, dan penyedia jasa ikut terpapar," kata Ketua Tim Pelaksana Penerapan Iptek bagi UKM dari Prodi Administrasi Bisnis FISIP Unpas, Dindin Abdurohim BS, di Bandung, Senin (10/8/2020).

Melihat kondisi tersebut, Dindin bersama rekannya, Yanti Susila, Trias Pyrenia, dan beberapa mahasiswa memberikan pelatihan manajerial di Kampoeng Radjoet, Kiaracondong, Kota Bandung.  "Kami mencoba membantu mengatasi permasalahan dalam proses produksi, penerapan teknologi informasi, dan pemasaran digital," ujarnya.

Tujuan pelaksanaan program penerapan ilmu pengetahuan dan teknologi (iptek) ini, kata Dindin, untuk memberikan solusi atas permasalahan dampak pandemi, serta mengembangkan dan meningkatkan daya saing usaha.

"Sasarannya meliputi tiga bagian yakni sasaran manajerial, proses, dan pemasaran digital. Sasaran manajerial meliputi sosialisasi dan penerapan protokol kesehatan Covid 19, peningkatan motivasi berusaha, fasilitasi dan mediasi legalitas badan usaha dan penyusunan rencana bisnis, peningkatan akses dan mediasi ke lembaga keuangan, peningkatan akses ke konsumen, kemitraan usaha dan kontrak bisnis," katanya.

Sedangkan sasaran proses meliputi peningkatan bahan baku, peningkatan kapasitas mesin, peningkatan pengetahuan layout produksi, peningkatan peralatan dan kelengkapan usaha.

"Untuk sasaran teknologi informasi dan digital marketing meliputi peningkatan pemahaman dan digital maindset, fasilitasi teknologi informasi, produksi digital content di E-Commerce Web & Apps, distribusi digital content di E-Commerce Web & Mobile Apps, pembuatan akun official store di media sosial, dan pembuatan akun official store di marketplace," ujarnya.

Selanjutnya, kata Dindin, pihaknya juga menyelaraskan keseluruhan akun dari Web dan Mobile Apps Sampe Official Store di semua platform digital.

"Selain Itu, kami lengkapi UKM dengan kamera Nikon, paket lighting mini studio, paket background mini studio, dan paket aksesoris mini studio. Metode pelaksanaan kami lakukan melalui pendekatan, pelatihan, bimbingan teknis, pendampingan, dan fasilitasi," katanya.

Dijelaskannya pula, Program Penerapan Iptek tersebut merupakan skema Program Pengembangan Produk Unggulan Daerah (PPPUD) dari Kementrian Ristek/BRIN Deputi Bidang Penguatan Riset dan Pengembangan. "Sebagian program telah terlaksana dan sebagian sedang berjalan. Program ini dimulai  Juli hingga November 2020," katanya. (okky adiana)