Kedapatan Reaktif Covid-19, Daop 2 Bandung Kembalikan 100 Persen Uang Tiket Calon Penumpang 

Kedapatan Reaktif Covid-19, Daop 2 Bandung Kembalikan 100 Persen Uang Tiket Calon Penumpang 
istimewa

INILAH, Bandung - Belakangan ini, Daerah Operasi (Daop) 2 Bandung PT Kereta Api Indonesia (KAI) mengoperasikan sejumlah KA jarak jauh. Dengan menerapkan protokol kesehatan yang ketat, operator moda transportasi massal itu menyediakan layanan rapid test di stasiun.

Manager Humas Daop 2 Noxy Citrea mengatakan, outlet layanan rapid test di stasiun itu relatif diminati calon penumpang. Dengan harga terjangkau, pos tersebut memberikan salah satu syarat menumpangi KA jarak jauh.

"Dari hasil pemeriksaan memang ada yang reaktif. Untuk itu, calon penumpang yang reaktif itu tidak diizinkan naik kereta api. Kita kembalikan uang tiket calon penumpang itu secara penuh," kata Noxy, Senin (10/8/2020).

Menurutnya, secara umum layanan yang bekerja sama dengan PT Rajawali Nusindo itu relatif diminati penumpang. Hal itu terlihat dari banyaknya calon penumpang yang menggunakan layanan yang dibanderol Rp85 ribu untuk keperluan naik kereta api.

“Sejak dibuka pada 30 Juli 2020, rata-rata setiap harinya ada sekitar 140 calon penumpang. Kami berharap layanan ini memberikan kemudahan bagi pelanggan kereta api,” ujarnya. 

Data terakhir, hingga Minggu (9/8/2020) kemarin jumlah calon penumpang yang mengikuti layanan rapid test itu mencapai sekitar 1.694 orang. Prediksi jumlah tersebut akan terus meningkat seiring bertambahnya perjalanan kereta api di wilayah PT KAI Daop 2 Bandung. Sebab, pada Agustus ini total terdapat 15 KA jarak jauh yang kembali beroperasi setelah sebelumnya dihentikan sementara perjalanannya akibat pandemi Covid-19.

"Salah satu syarat naik kereta api jarak jauh harus menunjukkan surat hasil rapid test nonreaktif atau swab test negatif Covid-19 yang berlaku selama 14 hari," ujar Noxy.

Layanan rapid test di Stasiun Bandung dibuka mulai pukul 08.00-17.00 WIB. Untuk itu, calon penumpang yang telah memiliki kode booking diimbau untuk melaksanakan pemeriksaan rapid test sehari sebelum keberangkatan dan tiba 30 menit sebelum jam keberangkatan kereta. (*)