Polisi Tetapkan Apollinaris Darmawan sebagai Tersangka Kasus Ujaran Kebencian

Polisi Tetapkan Apollinaris Darmawan sebagai Tersangka Kasus Ujaran Kebencian
Kasat Reskrim Polrestabes Bandung AKBP Galih Indragiri. (ridwan abdul malik)

INILAH, Bandung - Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polrestabes Bandung resmi menetapkan Apollinaris Darmawan sebagai tersangka. Dia diduga melakukan penistaan agama melalui cuitannya di Twitter.

Kasat Reskrim Polrestabes Bandung AKBP Galih Indragiri menjelaskan, penangkapan Apollinaris berawal dari laporan masyarakat terkait adanya penggerudukan yang dilakukan masyarakat di kawasan Cicendo, Kota Bandung.

Kemudian, polisi bergegas mendatangi lokasi kejadian untuk mengamankan Apollinaris dari amukan massa. Diduga, kemarahan massa dipicu akibat posting-an pelaku terkait agama Islam.

"Pada tanggal 8 Agustus 2020, awalnya dari Polsek Cicendo ada laporan sekelompok masa yang mendatangi seseorang yang diduga melakukan ujaran kebencian. Kemudian dari Polsek dan piket Reskrim mengamankan yang bersangkutan, supaya tidak ada tindakan main hakim sendiri," ucap Galih saat ditemui di Mapolrestabes Bandung, Jalan Jawa, Kota Bandung, Senin (10/8/2020).

Galih mengungkapkan, pasca kejadian barulah masyarakat membuat laporan polisi ke Satreskrim Polrestabes Bandung. Atas laporan Polisi tersebut, pelaku diperiksa secara intensif terkait posting-an ujaran kebenciannya.

"Setelah itu ada beberapa masyarakat membuat laporan polisi, kita periksa yang bersangkutan, kemudian saksi-saksi dan yang bersangkutan pada Minggu (9/8/2020) kita lakukan penahanan. Kita tetapkan sebagai tersangka," ujar Galih.

Lebih lanjut, Galih mengungkapkan, sejumlah unggahan Apollinaris di media sosial Twitter dan video di Youtube Channel milik pelaku pun didalami polisi. Pasalnya, dalam video dan cuitan pelaku sarat akan ujaran kebencian terhadap sebuah agama tertentu.

"Ada beberapa yang kita jadikan bukti selain dari medsos ada video pendek terkait apa yang disampaikan yang bersangkutan terhadap agama Islam," pungkasnya.

Atas ulahnya, Polisi pun menjerat Apollinaris dengan Pasal 45a ayat 2 UU ITE terkait ujaran kebencian dengan pidana penjara paling lama 6 (enam) tahun dan/atau denda paling banyak Rp1.000.000.000,00 (satu miliar rupiah).

Untuk diketahui, Apollinaris kerap kali mem-posting cuitan atau video yang kontroversi. Terakhir, dalam cuitannya di akun Twitter @Darmawan220749 pada tanggal 8 Agustus 2020, Apollinaris menyebutkan bahwa Nabi Muhammad saw membangun agama Islam dengan jalan merampok dan membunuh. (ridwan abdul malik)