Mendagri Ajak Semua Pihak Sosialisasikan Protokol Kesehatan Covid-19

Mendagri Ajak Semua Pihak Sosialisasikan Protokol Kesehatan Covid-19
Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian. (Antara Foto)

INILAH, Jakarta- Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian mengajak semua pihak untuk berpartisipasi aktif menyosialisasikan dan menerapkan protokol kesehatan demi memutus mata rantai penyebaran COVID-19.

Mendagri Tito Karnavian di Jakarta Senin (10/8), mengatakan upaya sosialisasi protokol kesehatan perlu dimaksimalkan lagi karena masih banyak warga yang masih belum memahami pentingnya disiplin protokol kesehatan.

Kurangnya kesadaran masyarakat itu, kata dia, bisa dilihat dari penularan virus corona atau COVID-19 yang masih terjadi sampai saat ini.

“Saya masih banyak menemukan warga yang belum menggunakan masker. Kemudian cuci tangan juga belum maksimal, juga kerumunan sosial masih ada, sehingga mengakibatkan penularan COVID-19 masih terjadi,” kata dia.

Mendagri juga mengajak seluruh kalangan mau bergotong royong menjadi mesin penggerak melawan COVID-19, salah satunya melalui pembagian masker.

Menurut dia, meskipun pandemi sudah terjadi sejak beberapa bulan lalu tetapi masih banyak warga yang belum memahami pentingnya penggunaan masker untuk menekan laju penyebaran COVID-19.

Oleh karena itu, kata dia, selain sosialisasi juga dibutuhkan kesadaran semua pihak untuk saling membagikan masker, pembagian masker tersebut hendaknya tidak hanya dari pemerintah saja.

“Oleh karena itu, untuk pemakaian masker ini masyarakat ada yang mau menggunakan masker, tetapi mungkin tidak mampu sehingga perlu ada pembagian masker. Ada juga yang mungkin mampu tapi tidak mau karena tidak memahami apa gunanya menggunakan masker,” kata dia.

Dengan upaya sosialisasi yang lebih maksimal lagi, Mendagri Tito berharap langkah-langkah persuasif dapat diupayakan dengan baik secara bertahap dan sistematis.

“Jadi 4 protokol yakni pemakaian masker, cuci tangan, jaga jarak, menghindari kerumunan sosial ini meskipun sudah kita lakukan dan saya yakin semua daerah sudah melakukan sosialisasi itu, tetapi belum maksimal, sehingga (upayanya) dibagi per tahapan,” kata dia.