Jaksa: Eksepsi Pembelaan Penasihat Iriyanto Tak Berdasar

Jaksa: Eksepsi Pembelaan Penasihat Iriyanto Tak Berdasar
Foto: Reza Zurifwan

INILAH, Bogor – Jaksa penuntut terdakwa Iriyanto yang tersandung kasus tindak pidana korupsi menganggap eksepsi pembelaan dari penasehat hukumnya yaitu Dinalara Butar-Butar tidak berdasar.

Pasalnya, pembacaan tuntutan pihaknya kepada mantan Sekretaris Dinas Perumahan, Kawasan Pemukiman, dan Pertanahan (DPKPP) Kabupaten Bogor itu sudah jelas dan cukup lengkap.
 

“Hari ini dalam sidang di Pengadilan Tipikor Bandung, kami menjelaskam dakwaan atau tuntutan kepada terdakwa, mulai dari proses penangkapan hingga sidang, sudah jelas dan cukup lengkap. Pembelaan penasehat hukum terdakwa Iriyanto kami anggap tidak berdasar,” kata Kasi Pidana khusus Kejaksaan Negeri Kabupaten Bogor, Bambang Winarno kepada wartawan, Senin (10/8).
 

Alumni Universitas Tanjungpura ini menambahkan jajarannya optimistis dalam menghadapi sidang putusan sela yang akan berlangsung minggu depan.
 

“Kejaksaan Negeri cukup optimislah dalam menghadapi sidang putusan sela. Kita lihat saja nanti hasilnya,” tambahnya.
 

Mengenai sidang praperadilan di Pengadilan Negeri (PN) kelas I A Cibinong, Bambang menjelaskan keputusan majelis hakim ialah menolak sidang tersebut karena perkara dasarnya sudah disidang.
 

“Sidang praperadilam sudah selesai. Hasilnya tuntutan pemasihat hukum terdakwa Iriyanto telah ditolak majelis hakim PN Kelas I A Cibinong,” tutur Bambang.
 

Dihubungi terpisah, Ketua Umum LSM Gerakan Amanah Sejahtera (GAS) Iqbal melihat ada unsur pemaksaan dalam sidang tipikor terdakwa Iriyanto. Apalagi pemberi suap merupakan terdakwa dan terpidana kasus pemalsuan surat-surat.
 

“Kami melihat ada unsur pemaksaan hingga sidang tipikor Iriyanto tetap dilanjutkan. Pasalnya, pemberi suap yaitu SP tidak dijerat pasal yang sama. Ada kejanggalan juga karena SP menjadi terdakwa kasus pemalsuan dokumen yang sebelumnya dibebaskan untuk selanjutnya ditangkap lagi karena kasus tipikor, suap atau gratifikasi dan saat ini kabarnya sudah menjadi pidana. Ini ada kejanggalan kok bisa ada orang yang sudah ditahan di Lembaga Pemasyarakatan Kelas II A Pondok Rajeg, Cibinong itu dibebaskan untuk memberikan uang suap,” kata Iqbal. (reza zurifwan/ing)