Masuk Musim Kemarau, BPBD Kabupaten Cirebon Waspadai Angin Kumbang

Masuk Musim Kemarau, BPBD Kabupaten Cirebon Waspadai Angin Kumbang
Foto: Maman Suharman

INILAH, Cirebon - Memasuki musim kemarau tahun ini Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD)  Kabupaten Cirebon justru mewaspadai serangan angin kumbang. Hal itu sesuai dengan prediksi BMKG. 

Kepala Seksi Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Cirebon Eman Sulaeman mengatakan, berdasarkan perkiraan BMKG kekeringan tahun ini tidak separah tahun kemarin. 

Eman menjelaskan, walaupun saat ini serangan angin kumbang belum muncul, namun masyarakat diminta waspada. Wilayah yang menjadi langganan serangan angin kumbang berada di seputar wilayah utara dan barat. Kawasan itu meliputi kecamatan yang dekat dengan pesisir. Yakni, Kecamatan Susukan, Arjawinangun, Ciwaringin, Panguragan,  Gunungjati, Pengenan, Mundu, dan Losari.

"Memang sekarang belum terasa. Tapi prediksi BMKG angin kumbang pada cuaca ekstrem kecepatannya bisa mencapi 46 km/jam. Ini yang harus diwaspadai. Tapi serangan anginnya kapan, kami belum bisa memprediksi," ungkap Eman, Selasa (11/8/2020).

Dia menuturkan, angin kumbang yang perlu diwaspadai itu karena perhitugnan hari tanpa hujan (HTH) kemungkinan di bawah 60 hari. Artinya, sebelum 30 hari kemungkinan akan turun hujan sekali atau dua kali. Sedangkan, pada tahun kemarin dalam kurun waktu lebih dari tiga bulan, tidak turun hujan. Dengan turunnya hujan dalam setiap bulannya, otomatis siaga kekeringan gugur dengan sendirinya.

"Kita tetap sudah siapkan siaga kekeringan. Tapi tahun ini masuk kategori sedang. Siaga kekeringannya ya mulai bulan ini, dan kemungkinan berakhir dibulan Oktober," jelasnya.

Untuk mengantisipasi hal tersebut, dalam waktu dekat, pihaknya akan melakukan MoU dengan PDAM Kabupaten Cirebon. Ada sekitar 6 kendaraan tangki air, satu milik BPBD dan sisanya milik PDAM. Kemungkinan, suplay air bersih tahun ini akan menurun. Sementara tahun lalu, pihaknya sudah mendistribusikan sekitar 2 juta liter lebih air bersih, pada wilayah yang terdampak kekeringan.

"Kalau wilayah kekeringan, kita sudah antisipasi untuk 20 kecamatan. Ini sama wilayahnya seperti tahun lalu. Kami sudah stanby, tapi mudah mudahan prediksi BMKG benar, dan tidak separah tahun lalu," tukas Eman.

Data BPBD Kabupaten Cirebon menyebutkan, ada sekitar 20 kecamatan pada tahun ini yang akan mengalami kekeringan. Kecamatan tersebut yakni Gebang, Greged, Gegesik, Gunungjati, Kaliwedi, Klangenan, Talun, Tengah Tani, Suranenggala, Sedong, Panguragan, Beber, Mundu, Palimanan, Losari, Ciwaringin, Susukan, Karangwareng, Dukupuntang Kapetakan, dan Gempol. (Maman Suharman)