Ini Tiga Indikator Sekolah Dapat Melaksanakan Pembelajaran Tatap Muka

Ini Tiga Indikator Sekolah Dapat Melaksanakan Pembelajaran Tatap Muka
istimewa

INILAH, Bandung - Kepala Bidang (Kabid) PSMK Dinas Pendidikan (Disdik) Provinsi Jawa Barat (Jabar) Deden Saiful Hidayat mengatakan setidaknya ada tiga indikator sekolah dapat melaksanakan pembelajaran tatap muka.

Pertama, sekolah harus memiliki fasilitas lengkap sesuai protokol kesehatan. Kedua, terdapat beberapa siswa yang tidak memiliki alat/fasilitas penunjang belajar daring. Terakhir, daerah-daerah blank spot yang sama sekali tidak terjangkau jaringan internet.

Deden memaparkan, dalam pelaksanaan pembelajaran tatap muka di sekolah, prioritas utama tetap kesehatan dan keselamatan peserta didik. Karena, hak hidup dan hak sehat anak di atas hak pendidikan.

"Selain siswa, kami juga tentu mempertimbangkan kesehatan pendidik dan tenaga kependidikan. Untuk itu, guru yang diizinkan mengajar pun adalah guru berusia di bawah 45 tahun dan tidak memiliki penyakit penyerta," papar Deden, Selasa (11/8/2020).

Dia menjelaskan, pertimbangan pembelajaran tatap muka di sekolah ini, di antaranya kesulitan guru dalam mengelola pembelajaran jarak jauh (PJJ), sulitnya peserta didik berkonsentrasi selama belajar dari rumah serta pembelajaran praktik yang merupakan keahlian inti sekolah menengah kejuruan (SMK).

Sehingga, hal ini membuat pemerintah mengeluarkan penyesuaian zonasi untuk pembelajaran tatap muka. Dalam perubahan SKB Empat Menteri, izin pembelajaran tatap muka diperluas ke zona kuning, dari sebelumnya hanya di zona hijau. 

"Pemerintah daerah (pemda) memiliki kewenangan untuk menentukan sekolah di daerahnya dapat melaksanakan pembelajaran tatap muka. Namun, penentuan zonasi tetap mengacu pada pemetaan risiko daerah yang dilakukan satuan tugas penanganan Covid-19," ucapnya,

Namun, Deden menegaskan, sekalipun daerah tersebut sudah zona hijau atau kuning serta pemda sudah memberikan izin dan sekolah sudah kembali memulai pembelajaran tatap muka, orang tua dapat memutuskan anaknya tetap melanjutkan belajar dari rumah. 

"Izin orang tua mutlak," tegasnya. (Okky Adiana)