Jadwal Kegiatan Kacau, Pimpinan DPRD Dinilai Menyepelekan Keputusan Bamus

Jadwal Kegiatan Kacau, Pimpinan DPRD Dinilai Menyepelekan Keputusan Bamus
net

INILAH, Cirebon - Banyaknya kegiatan di Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Cirebon yang melenceng dan diundur membuat sejumlah anggota legislatif meradang. Mereka mengkritik kinerja pimpinan dewan yang ada dalam lembaga tersebut. 

Para wakil rakyat itu menilai, pimpinan DPRD Kabupaten Cirebon selama ini terlalu menyepelekan keputusan hasil badan musyawarah (Bamus).  Padahal, hasil Bamus itu di dalamnya menjadwalkan kegiatan DPRD setiap bulannya.

"Padahal itu kan sudah melalui Bamus, kenapa gampang sekali mengubah jadwal. Jika begini kan kesannya pimpinan DPRD ini menyepelekan hasil keputusan yang sudah ditetapkan Bamus. Padahal, keputusan Bamus adalah keputusan tertinggi setelah paripurna," kata salah seorang Anggota DPRD Kabupaten Cirebon yang enggan disebutkan namanya, Selasa (11/8/2020).

Menurut dia, dengan tidak konsistennya jadwal kegiatan dewan yang sudah ditetapkan itu menandakan buruknya komunikasi antar pimpinan. Bahkan, kata dia, percuma ada aplikasi jadwal kegiatan jika agenda yang sudah ditetapkan selalu berubah berdasarkan kepentingan pribadi pimpinan semata.

"Saya sudah tidak punya aplikasi jadwal DPRD. Sudah saya hapus karena percuma saja, jadwal selalu tidak konsisten. Ini lembaga negara, bukan sebuah perusahaan," katanya.

Bahkan, kata dia, agenda paripurna hantaran KUA PPAS Perubahan 2020 yang mestinya digelar di akhir Juli 2020 lalu, harus molor selama tiga kali. Tak hanya kali ini, tetapi banyak agenda kegiatan paripurna dan kegiatan rapat kerja komisi maupun pansus sebelumnya yang selalu diubah-ubah, bahkan tanpa melalui Bamus perubahan.

"Yang lebih parah, sering kali kegiatan timpang-tindih dengan kegiatan lain dalam satu waktu. Perlu diingat, DPRD kan salah satu penyelenggara pemerintahan, kalau jadwal saja disepelekan seperti ini, menandakan ketidakseriusan dalam menjalankan pemerintahan," ungkapnya.

Terpisah, Sekretaris DPRD Kabupaten Cirebon Ikin Asikin mengatakan perubahan jadwal kegiatan DPRD itu bukan hanya di daerah. Tapi berlaku juga di pusat. Alasannya, banyak kebijakan dan kepentingan. Terlebih, saat ini sedang pandemi Covid-19. 

"Jadi kaitan banyaknya perubahan jadwal karena dilihat dari situasi dan kondisi. Yang jelas semua perubahan itu ada dasarnya. Kalau jadwal paripurna hantaran KUA PPAS perubahan 2020 diundur itu kan dari eksekutifnya," kata Ikin.

Sementara itu, Kabag Persidangan Sekretariat DPRD Kabupaten Cirebon Chaidir Susilaningrat tidak menampik kondisi sering berubahnya jadwal kegiatan di DPRD tersebut. Sebab, pergerakan politik di internal anggota dewan dinamis. Meski demikian, pihaknya tetap berusaha profesional. Menurutnya, ketika banyak terjadi perubahan jadwal, otomatis akan ada dobel alokasi anggaran makan dan minum.
 
"Kalau ada perubahan agenda, pasti ada yang mubazir. Contohnya, ketika ada rapat kerja komisi, pansus atau rapat paripurna yang sudah ditetapkan hari Kamis. Namun, digeser ke hari Senin. Nah Mamin yang sudah kita siapkan kan pasti mubazir," terangnya.

Chaidir menambahkan, ada beberapa faktor dari sering berubahnya agenda anggota DPRD. Di antaranya, berbenturan dengan agenda partai politik. Dalam kondisi seperti ini, kata Chadir, ada dua hal yang harus dibenahi yakni anggota DPRD harus lebih cerdas dalam menyusun agenda dan secara kelembagaan jangan hanya berpikir golongan atau partai. (Maman Suharman)