Sebelum Diciduk Polisi, Apollinaris Darmawan Pernah Jabat Direksi PJKA

Sebelum Diciduk Polisi, Apollinaris Darmawan Pernah Jabat Direksi PJKA
Foto: Ridwan Abdul Malik

INILAH, Bandung - Apollinaris Darmawan namanya sontak kembali viral di dunia maya. Dia dikenal publik lantaran diduga melakukan unggahan ujaran kebencian terhadap agama Islam di media sosial.

Namun, siapa sangka kakek berusia 70 tahun tersebut ternyata seorang mantan salah satu direksi di Perusahaan Jawatan Kereta Api (PJKA). Apollinaris juga dikenal sebagai orang pintar sebagai lulusan luar negeri di kawasan kediamannya.

Hal itu terungkap, saat awak media mencoba menyambangi kediaman Apollinaris Darmawan di kasawan Jatayu, Kecamatan Cicendo, Kota Bandung, Selasa (11/8/2020).

"Beliau lulusan Institut Teknologi Bandung (ITB) dengan mengambil jurusan teknik mesin. S2 di Jerman sampai 1981, S3-nya di Canada. Beliau (Apollinaris) kan pejabat dan eselon satu jajaran direksi," ucap pengurus RW Edi Kusnadi di kediaman Apollinaris.

Edi menyebutkan, semenjak Apollinaris pensiun dari PJKA aktifitasnya di luar rumah jarang terlihat. Apollinaris dan keluarga pun dikategorikan sebagai pribadi yang tertutup.

"Masuk ke perumahan dinas pada 1977. Kesehariannya, dia orang baik dan biasa bergaul, setelah pensiun beliau agak tertutup jarang komunikasi, biasanya bergaul," ungkap Edi.

Di tempat yang sama, salah seorang warga lainnya Sonny menjelaskan, Apollinaris sebenarnya dulu beragama Islam. Namun, Apollinaris memilih masuk katolik bersama dengan dua anak kandung serta istrinya.

"Dulu itu beliau muslim, tapi entah mengapa pindah agama," ujarnya.

Pascarumahnya digeruduk massa, Sonny menyebutkan keluarga Apollinaris tidak terlihat lagi di kediamannya. Diketahui, mereka pindah ke kawasan Setrasari.

"Di rumah tersebut tinggal Apollinaris beserta dengan istri dan satu anak kandungnya. Pascakejadian itu, ibu dan anaknya meninggalkan rumah ke daerah Setrasari," pungkasnya.

Perlu diketahui sebelumnya, Apollinaris Darmawan diamankan di Jalan Jatayu, Kecamatan Cicendo, Kota Bandung, Sabtu (8/8/2020). Pada saat itu, kediaman Apollinaris sudah dikerumuni oleh massa yang diduga tersulut emosinya akibat postingan pelaku.

Setelah diamankan, pada Minggu (9/8/2020) Satreskrim Polrestabes Bandung resmi menetapkan Apollinaris sebagai tersangka kasus ujaran kebencian. Dia, dijerat Pasal 45a ayat 2 UU ITE terkait ujaran kebencian dengan pidana penjara paling lama 6 (enam) tahun dan/atau denda paling banyak Rp1 miliar. (Ridwan Abdul Malik)