Langkah Disparbud Wujudkan Pariwisata Sokong Ekonomi Pascapendemi

Langkah Disparbud  Wujudkan Pariwisata Sokong Ekonomi Pascapendemi
istimewa

INILAH, Bandung-Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Jawa Barat akan berupaya mewujudkan keinginan Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil untuk menjadikan sektor pariwisata sebagai penyokong ekonomi pascapandemi Covid-19. Di mana Kabupaten Pangandaran akan didorong menjadi salah satu etalase wisata di Jabar. 

Kepala Disparbud Jawa Barat, Dedi Taufik mengaku pihaknya selalu memastikan pelaksanaan protokol kesehatan di tempat wisata tetap dilakukan secara ketat. Di mana sejauh ini kerap berkoordinasi dengan pemerintah daerah sekaligus pengusaha di sektor pariwisata. 

“Saya selalu ingatkan bahwa sebelum ada vaksin Covid-19, protokol kesehatan dan peraturan ketat yang sudah disepakati harus terus dilakukan dengan serius,” ucap dia saat dihubungi, Selasa (11/8/2020).

Hal tersebut, menurut dia, sebagai upaya mendukung keinginan Gubernur yang ingin menjadikan sektor wisata sebagai penyokong ekonomi Jabar pascapandemi. 

“Keingingan gubernur mengenai Pangandaran diproyeksi sebagai penyokong perekonomian di sektor pariwisata pasti akan kami dukung dengan maksimal,” imbuh dia. 

Menurut Dedi, kepercayaan publik terhadap destinasi wisata akan kian meningkat bilamana ditunjang dengan penerapan protokol kesehatan yang ketat secara langsung. Diharapkan, setelah pandemi usai seiring keberadaan vaksin, maka kawasan wisata, khususnya di Kabupaten Pangandaran tidak perlu lagi beradaptasi. 

Berdasarkan catatan, Dedi memaparkan, Pangandaran memiliki ragam keindahan daya tarik wisata, tercatat sebanyak 232 jenis daya tarik wisata, 156 wisata alam, 54 wisata budaya dan 22 wisata buatan. Ditambah dengan keunikan cagar budaya yang ada di Pangandaran sebanyak 110 cagar budaya.

Di mana sepanjang tahun 2019, Pangandaran menjadi salah satu tempat unggulan dengan kunjungan wisatawan mancanegara mencapai 12.233 orang. Sedangkan wisatawan domestik berada di angka 3.215063 orang.

Tahun ini, angkanya kunjungan dari Januari hingga Juni 2020, wisatawan domestik yang datang ke Kabupaten Pangandaran sebanyak 927.879 orang, wisatawan mancanegara 487 orang.

“Pandemi Covid-19 yang terjadi memang berdampak signifikan. Tapi, setelah ada vaksin dan pandemi usai, kami yakin semuanya akan membaik. Makanya, kita harus jaga dengan baik, sebelum ada vaksin, penerapan protkol kesehatan harus dilakukan dengan ketat,” terang dia.

Di sisi lain, pihaknya terus melakukan berbagai kerjasama dengan Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, salah satunya merealisasikan gerakan BISA (Bersih, Sehat, Aman) di berbagai daerah. Ini merupakan strategi matching program, matching fund dan matching promotion untuk pemulihan kesehatan dan ekonomi dalam pentahelix pariwisata Indonesia.

Dalam tahap pemulihan ini, ada lima pilar yang digagas. yakni pilar kebudayaan yang membentuk nilai bersih dan sehat pada tatanan masyarakat berdasarkan kearifan lokal, pilar kelembagaan untuk mencetak SDM, Lembaga yang rentan terhadap krisis berdasarkan community base, pilar destinasi untuk peningkatan 3A (Aksesibilitas, Amenitas dan Atraksi) dan manajemen krisis kepariwisataan, pilar Industri untuk peningkatan daya saing industri dan ekosistem usaha pariwisata dan ekonomi kreatif, serta yang terakhir pilar pemasaran untuk penguatan citra dan diversifikasi produk pasar pariwisata.

“Gerakan BISA ini sebagai langkah awal untuk menginformasikan bahwa sektor wisata ini masih menjanjikan, sehingga pelaku wisata perlu membenahi destinasi wisatanya dalam menyambut Adaptasi Kebiasaan Baru,” ucap Dedi.

“Program BISA dilaksanakan dalam bentuk kegitan bersih-bersih di tempat wisata yang dilakukan oleh masyarakat pelaku usaha melalui skema padat karya,” kata da lagi.

Sebelumnya, Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil mengatakan, pariwisata Jabar siap menyokong ekonomi pascapandemi Covid-19 dengan mendorong Kabupaten Pangandaran sebagai salah satu etalase wisata di Jabar. Dengan berbagai panorama alam yang indah mulai dari sawah, sungai, gunung, hingga pantai, Pangandaran dinilai mampu menjadi destinasi wisata unggulan untuk meningkatkan perekonomian Jabar.

“Saya yakin Pangandaran dan Jawa Barat secara umum akan pulih kembali pascapandemi Covid-19. Asalkan dirawat dengan baik, apalagi (jika) Pangandaran didesain dengan baik, ekonominya akan melompat," kata dia dalam "Webinar Ikatan Arsitek Lanskap Indonesia" dari Gedung Pakuan, Kota Bandung, Sabtu (8/8/2020).

Tapi, kolaborasi antara Pemerintah Daerah (Pemda) Kabupaten Pangandaran dan Provinsi Jabar serta dukungan pusat diperlukan untuk kemajuan wisata di Pangandaran. Terlebih, Pangandaran dinilai memiliki peluang lebih besar untuk menggaet wisatawan karena mayoritas yang datang adalah wisatawan nusantara (wisnus) atau wisatawan lokal yang tidak membutuhkan transportasi udara.

Ia menyarankan agar semakin banyak lagi event yang digelar di Pangandaran. Pasalnya, event bisa membawa pengaruh luas terhadap kuliner, penginapan, hingga pendapatan ekonomi masyarakat sekitar. “Event-event otomotif pun bisa diciptakan di kawasan wisata Pangandaran, nanti, tidak ada alasan Pangandaran tidak sukses dan keren. Begitu pula dengan angka gini ratio kemiskinan di Pangandaran harus rendah," ucap dia.

Sementara itu, Bupati Pangandaran Jeje Wiradinata meyakini bahwa kunci keberhasilan pariwisata adalah dengan rutin menata dan merawat destinasi wisata. Pangandaran tahun ini akan mulai menyambungkan Pantai Barat dan Pantai Batu Hiu melalui jalur pantai dengan waktu tempuh diperkirakan hanya 10 hingga 15 menit.

“Skywalk di Pantai Pangandaran akan segera ditata dengan baik, karena di situ pusat keramaian, tahun ini akan mulai di mural," ucap Jeje. (riantonurdiansyah)