Albert Bicara Soal Mario Gomez Hengkang Lantaran Nego Kontrak

Albert Bicara Soal Mario Gomez Hengkang Lantaran Nego Kontrak
istimewa

INILAH, Bandung - Pelatih Persib Bandung, Robert Rene Alberts berikan tanggapan mengenai hengkangnya Mario Gomez dari Arema FC. Kabarnya pelatih asal Argentina itu hengkang karena menolak renegoisasi kontrak. 

 

Sesuai dengan Surat Keputusan PSSI, bernomor SKEP/53/VI/2020 tentang Kelanjutan Kompetisi Dalam Keadaan Luar Biasa bahwa renegosiasi kontrak berada pada kisaran 50% bagi setiap klub Liga 1 Indonesia.

 

Menurut Robert, keputusan Gomez untuk tidak melanjutkan kerjasama dengan Arema adalah haknya. Apalagi Arema juga tidak mempermasalahkan keputusan dari pelatih yang sempat menangani Persib pada musim 2018 itu. 

 

"Secara pribadi, peraturan yang diberikan kepada kami dari otoritas sepak bola Indonesia itu sangat dipertanyakan. Dan dari FIFA sendiri menyatakan tidak bisa ada pihak ketiga yang memutuskan soal kontrak saya," kata Robert di Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA), Gedebage, Kota Bandung, Selasa (11/8/2020). 

 

Namun, lanjutnya, hal itu menjadi keputusan masing-masing. Seperti halnya Robert yang memutuskan untuk tetap menangani Persib. 

 

"Tapi di sisi lain, dari kasus yang dialami kami, kami sudah melakukan pertemuan dan tidak mau melihat ini secara jangka pendek. Jika melihat secara jangka pendek, itu sangat individualis untuk saat ini," bebernya. 

 

Dengan alasan itu, Robert mendukung kebijakan PSSI dan PT LIB. Sebab Liga 1 2020 dilanjutkan di masa pandemi Covid-19. 

 

Robert hanya berharap pandemi Covid-19 ini segera berakhir. Sehingga Liga bisa kembali berjalan normal dan disaksikan seluruh penonton. 

 

"Itu yang dimaksud kami melihat untuk jangka panjang, kami tidak bisa melangkah mundur dan harus mengambil dua langkah maju untuk masa depan. Kami juga tahu manajemen Persib sangat jujur dan sangat mendukung tim ini dengan menjalankan tugasnya secara profesional dan itu apresiasi yang harus kami bayar, ini adalah bentuk kerjasama yang harus dilakukan di sepakbola Indonesia saat ini karena situasi ini tidak mudah bagi siapapun. Tapi, seperti yang saya tadi katakan di awal, semuanya punya hak pribadi untuk tidak menerima (peraturan) ini," pungkasnya.(Muhammad Ginanjar)