Uji Klinis Vaksin Covid-19 Dimulai, DPRD Jabar: Ini Bentuk Ikhtiar Kita

Uji Klinis Vaksin Covid-19 Dimulai, DPRD Jabar: Ini Bentuk Ikhtiar Kita

INILAH, Bandung – Asa tinggi digantungkan oleh anggota Komisi V Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Jawa Barat Siti Muntamah, pada uji klinis vaksin Covid-19 Sinovac yang dilaksanakan hari ini.

Siti berharap, pelaksanaan uji coba vaksin Sinovac tersebut tidak mengalami kendala selama proses hingga enam bulan kedepan. Mengingat pandemi Covid-19 yang sudah terjadi selama beberapa bulan terakhir, sangat merugikan masyarakat di berbagai aspek. Dia mengaku optimistis, tangan dingin para peneliti dapat membuahkan hasil positif guna kesehatan masyarakat.

“Uji klinis ini sangat penting. Ini bentuk ikhtiar kita dalam menyikapi secara positif dan aktif, terkait penanggulangan Covid-19. Kita berharap, vaksin ini Insyaa Allah efektif dan berhasil dan bisa kita gunakan pada awal 2021 nanti. Vaksin ini berasal dari virus corona aktif yang sudah dilemahkan oleh peneliti. Kalau berhasil, berarti kita sudah buat benteng pertahanan secara masal terhadap Covid-19,” ujar Siti kepada INILAH, Selasa (11/8/2020).

Kendati demikian, Siti mengaku pihaknya bersama pemerintah sudah memikirkan kemungkinan terburuk andai vaksin tersebut gagal. Meski dia meyakini peluang keberhasilan akan vaksin Sinovac tersebut sangat besar. Terlebih, sudah melalui proses tahapan penelitian oleh para peneliti dari PT. Bio Farma dan Universitas Padjadjaran.

“Penelitian ini dilaksanakan selama enam bulan. Jika tidak berhasil, otomatis akan di stop oleh peneliti dan tidak dipakai. Para relawan pun akan dipantau terus. Tetapi saya yakin, Insyaa Allah bisa efektif karena para peneliti ini kan sudah ada perhitungan. Saya sebagai anggota masyarakat dan wakil rakyat sangat berharap, ini bisa berhasil. Apalagi kan dengan melibatkan 1.620 relawan itu ada hitungan, baik klaster, treatment ataupun lainnya karena antara satu orang dan lain sedikit berbeda. Kita berharap, ikhtiar kita ini bisa membuahkan hasil untuk kebaikan masyarakat,” harapnya. (Yuliantono)