Atep eks Kapten Persib, Jadi 'George Weah' dari Bandung?

Atep eks Kapten Persib, Jadi 'George Weah' dari Bandung?
Istimewa

INILAH, Bandung- Atep Ahmad Rizal resmi jadi bakal calon Bupati Bandung. George Weah atau Kakha Kaladze dari Bandung.

Dua tahun lalu, George Weah akhirnya merebut juga kursi Presiden Liberia. Dua kali mencoba dan gagal, mantan striker AC Milan itu memenangkan Pemilihan Presiden 2018.

Setahun sebelumnya, bekas rekannya di klub yang sama, Kakha Kaladze, juga maju di kontestasi politik. Dia yang pernah jadi Menteri Energi Georgia, memenangkan Pemilihan Walikota Tbilisi, pusat pemerintahan negara pecahan Uni Soviet itu.

Dua tahun setelah Weah jadi Presiden Liberia, tiga tahun sesudah Kaladze dinobatkan menjadi Wali Kota Tbilisi, seorang bintang lapangan hijau mengincar pula posisi politik di pemerintahan. Nun jauh dari Eropa, di Kabupaten Bandung. Atep Ahmad Rizal namanya.

Legenda Persib itu, Selasa (11/8), resmi didapuk koalisi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) dan Partai Amanat Nasional (PAN) menjadi bakal calon Wakil Bupati Bandung. Dia mendampingi Yenna Iskandar Ma’some pada Pilkada Kabupaten Bandung, 9 Desember 2020 mendatang.

PAN, partai politik yang baru beberapa bulan menaungi Atep, sudah lebih dulu mengusungnya. Tapi, PAN tak punya kursi yang cukup. Maka, pengumuman PDIP, yang disampaikan Ketua Umum Megawati Soekarnoputri bersama Ketua DPP Puan Maharani melalui live streaming, menguatkan posisi itu.

“Kabupaten Bandung, Yena Rohaniah Iskandar dan Atep,” sebut Puan Maharani saat membacakan keputusan PDIP itu.

Atep menyebutkan komunikasinya dengan Yena Ma’some sudah dilakukan sejak lama. Terutama, setelah keinginannya bersama mantan Wakil Manajer Persib, Mulyana, untuk maju bersama di Pilkada Kabupaten Bandung melalui jalur independen, kandas.

Jalinan komunikasi dengan Yena, dimulai Atep pada Juni lalu. Ketika itu, Yena yang sedang berjuang mendapatkan tiket PDIP, belum memiliki pendamping. Saat diajak Yena, Atep tak menolak.

“Dua bulan lebih kami bertemu. Waktu itu Bu Yena belum mendapatkan calon wakil bupati,” kata pria asal Cianjur yang pernah melambung bersama Persija Jakarta itu.

Untuk merealisasikan duetnya itu, terlebih karena PDIP juga tak bisa mengusung pasangan sendiri, Atep memutuskan bergabung dengan PAN. Dari partai ini pula Atep mendapatkan rekomendasi, beberapa minggu yang lalu.

“Waktu itu kan belum berpartai dan akhirnya saya berlabuh ke PAN. Rekomendasi bahwa saya dari PAN kurang lebih tiga minggu yang lalu,” katanya.

“Niat saya sudah bulat jadi calon wakil bupati. Mohon doa dan dukungannya dari masyarakat Kabupaten Bandung,” ucap Atep.

Atep ikut hadir di Sekretariat PDIP Jawa Barat di Kota Bandung, Selasa (11/8), menyaksikan live streaming pengumuman pasangan bakal calon PDIP. Selain dia dan Yena, ada pula Ketua DPD PDIP Jawa Barat, Ono Surono; Sekretaris DPD Ketur Sulistiawan, dan Bendahara DPD Ineu Purwadewi. Tampak pula Ketua DPC PDIP Kabupaten Bandung, Harjoko Sangganagara dan pengurus lainnya.

Ketua DPD PDIP Jabar Ono Surono mengatakan, rekomendasi kepada Yena dan Atep sebagai bakal calon kepala daerah di  Kabupaten Bandung telah menempuh mekanisme yang ada. 

“PDI Perjuangan dalam melakukan penjaringan tidak hanya mengejar kekuasaan, tapi pasangan yang didukung harus memiliki ideologi Pancasila dan kerja nyata bagi masyarakat,” kata Ono. 
Dia menekankan, Yena dan Atep harus bisa menyelesaikan permasalahan masyarakat yang menyangkut lima bidang prioritas, yakni sandang pangan, papan, pendidikan, tenaga kerja, dan jaminan sosial, infrastuktur dan lingkungan hidup, agama, kepercayaan, mental spiritual dan kebudayaan. 

“Kami memiliki harapan besar di Kabupaten Bandung karena memiliki potensi. Kami ingin kerja keras pasangan Yena-Atep untuk mewujudkan hal itu. Saatnya Kabupaten Bandung berubah ke arah lebih baik,” ujarnya.

Guna memenangkan pasangan tersebut pada Pilkada Kabupaten Bandung 2020, Ono menerangkan, pihaknya akan mengedepankan gotong royong dengan menggerakkan seluruh komponen partai. Tak hanya itu, dia pun meminta calon kepala daerah untuk turun menemui masyarakat secara langsung agar mengetahui langsung permasalahan yang ada di lapangan.

“Sampaikan pada warga pilih pemimpin yang bisa sejahterakan rakyat. Tentunya dengan dinasti yang terbangun selama 20 tahun masyarakat bisa merasakan sendiri apa yang sudah didapat. Saatnya berubah, pilih berdasarkan komitmen yang jelas,” katanya.

Di sisi lain, mengingat pandemi Covid-19 belum berlalu dari Tanah Air, Ono mengaku, kampanye bakal dilakukan mengikuti aturan dari Komisi Pemilihan Umum. Yang pasti, protokol kesehatan akan diterapkan saat melakukan kampanye pada pilkada mendatang. 

“Kita juga memanfaatkan media sosial atau melalui daring. Apalagi Teh Yena dan Kang Atep ini memiliki jaringan kuat di media sosial. Untuk hal lainnya, kita ingin lakukan kampanye tetap memperhatikan protokol kesehatan,” katanya.

Atep jadi George Weah atau Kakha Kaladze? Masyarakat Kabupaten Bandung yang akan menentukan. Tapi, tak tertutup pula dia mengikuti jejak Romario, bintang Brasil yang kalah pada Pemilihan Gubernur Negara Bagian Rio de Janeiro, Brasil, dua tahun lalu. (ing)