Penjualan Galaxy Note20 Diperkirakan Lebih Rendah

Penjualan Galaxy Note20 Diperkirakan Lebih Rendah
istimewa

INILAH, Bandung-- Menurut analis pasar, penjualan Samsung Galaxy Note20 kemungkinan akan lebih rendah dari pendahulunya karena persaingan sengit dengan kompetitor yang terjadi pada paruh kedua tahun ini.

Samsung baru saja meluncurkan smartphone seri Galaxy Note20 dalam gelaran Galaxy Unpacked yang berlangsung secara virtual pekan lalu. Lini flagship anyar Samsung ini hadir dengan dua model, yaitu Galaxy Note20 (layar 6,7 inci - refresh rate 60Hz) dan Galaxy Note20 Ultra (layar tepi melengkung 6,9 inci - refresh rate 120Hz).

Di Korea Selatan, seri Galaxy Note20 dipasarkan dengan harga mulai 1.199 juta won. Sementara di Indonesia, perangkat tersebut ditawarkan dengan banderol mulai dari Rp14,499 juta.

Harga Note20 lebih rendah dari pendahulunya, Galaxy Note 10, yang diluncurkan pada tahun lalu.

Meski memiliki fitur yang telah ditingkatkan dan harga yang relatif kompetitif, analis memperkirakan bahwa penjualan seri Galaxy Note anyar ini hanya sekitar 8 juta unit di tahun debutnya, atau 1 juta unit lebih sedikit ketimbang seri Galaxy Note10.

"Krisis COVID-19 telah meningkatkan volatilitas permintaan dan mendorong penjualan smartphone kelas menengah ke bawah," ujar Ko Eui-young, analis Hi Investment & Securities, seperti dilansir kantor berita Yonhap.

"Ditambah lagi dengan peluncuran iPhone yang mendukung 5G, akan ada juga persaingan yang ketat di pasar," dia melanjutkan.

Sementara itu, menurut lembaga riset pasar Counterpoint Research, Apple mengambil 57 pangsa pasar segmen smartphone premium pada kuartal pertama tahun ini, jauh di atas Samsung yang hanya memiliki 19 persen pangsa pasar.

Hal tersebut berkat peluncuran iPhone SE2 dengan harga terjangkau beberapa waktu lalu.

Apple biasanya mulai menjual ponsel barunya pada akhir September, namun raksasa teknologi asal AS tersebut baru-baru ini mengumumkan bahwa peluncuran iPhone 12 bertenaga 5G akan ditunda hingga beberapa pekan ke depannya.

Samsung juga harus bersaing dengan Huawei yang diperkirakan akan merilis seri Mate 40 andalannya pada Oktober mendatang. Raksasa teknologi asal China itu mengambil alih posisi Samsung sebagai vendor smartphone terbesar di dunia pada kuartal kedua tahun ini, menurut lembaga riset pasar IDC dan Canalys.

Analis juga memperkirakan Samsung menghadapi kanibalisasi produk saat ponsel layar lipat Samsung Galaxy Fold 2 mulai dijual pada September nanti.

"Posisi pasar dari seri Galaxy Note menjadi agak tidak jelas karena munculnya smartphone yang dapat dilipat. Ini menyerahkan status super high-end ke smartphone yang dapat dilipat," kata Cho Chul-hee, analis dari Korea Investment & Securities.

Samsung tidak mengungkap detail spesifikasi Galaxy Z Fold 2, penerus dari ponsel lipat pertama Galaxy Fold, di acara Galaxy Unpacked lalu. Kabarnya, Galaxy Z Fold 2 juga menggunakan S Pen seperti seri Galaxy Note20, tetapi Samsung tidak menyertakan aksesoris pena digital itu dalam paket pembeliannya.

Meskipun perkiraan penjualan untuk seri Galaxy Note20 kurang baik, namun para analis memperkirakan bahwa Samsung akan memulihkan penjualan ponsel secara keseluruhan pada paruh kedua tahun ini.

"Volume pengiriman smartphone Samsung diperkirakan mencapai 150 juta unit pada semester kedua tahun ini, naik 31 persen dari 110 juta unit pada semester pertama," kata Lee Chang-min, analis KB Securities.

"Samsung pun bisa mendapatkan keuntungan dari sanksi AS terhadap Huawei dan sentimen anti-China di India," dia menambahkan. (inilah.com)