Ini Dia Persyaratan Bantuan Pendemi bagi Pelaku UMKM

Ini Dia Persyaratan Bantuan Pendemi bagi Pelaku UMKM
ilustrasi

INILAH, Bandung-Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Barat menargetkan bantuan modal usaha di tengah pandemi Covid-19 dari pemerintah pusat dapat terserap oleh 2 juta pelaku UMKM di Jabar. Pendaftaran calon penerima bantuan tersebut kini tengah dibuka oleh pemerintah kabupaten kota.

Kepala Dinas Koperasi dan Usaha Kecil (KUK) Jawa Barat Kusmana Hartadji mengatakan, syaratnya  pelaku usaha mikro dengan adanya sku, tidak sedang menerima kredit dari perbankan, usaha mandiri/produktif. Selain itu,  walaupun punya tabungan di bank, saldo tidak lebih dari 2 juta,

"Target kita minimal 2 juta pelaku usaha mikro memperoleh bantuan usaha," ujar Kepala Dinas Koperasi dan Usaha Kecil (KUK) Jawa Barat Kusmana Hartadji, Rabu (12/8/2020).

Menurut dia, saat ini jumlah pendaftar sudah banyak di kota kabupaten. Terkait jumlah sementara masih menunggu dari kabupaten/kota, karena pendaftaran ke dinas kukm kabupaten/kota masih berlangsung.

"Untuk pendaftaran sendiri, kalau di edaran kementrian sampai akhir September, tapi beberapa kabupaten/kota membatasi sampai akhir Agustus ini," kata dia.

Sebelumnya, Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Jabar Setiawan Wangsaatmaja mengatakan, Pemerintah Daerah (Pemda) Provinsi Jabar intens mendorong penyerapan bantuan kredit bagi UMKM. Inventarisasi UMKM di Jabar pun akan dilakukan. Tujuannya mempermudah perbankan menyalurkan bantuan kredit.

“Kami harus sesegera mungkin mengumpulkan data yang dibutuhkan (untuk menyalurkan bantuan kredit pada UMKM),” ujar Setiawan, Minggu (9/8/2020) lalu.

Menurut dia, penyaluran bantuan kredit itu menjadi bagian penting. Karena itu, komunikasi dan sosialisasi berbagai pihak, mulai dari pemerintah, perbankan, sampai UMKM, sangat krusial dalam penyerapan bantuan kredit.

Pemerintah pusat melalui Kementerian Keuangan sudah menempatkan dana kredit bagi UMKM di sejumlah perbankan, termasuk bank bjb.

“Ini masalah komunikasi dan informasi saja. Jadi, kami mendengar sebetulnya dari mulai Bank Mandiri, BNI, BRI, bahkan secara spesifik dari Kementerian Keuangan menitipkan anggaran pemerintah di bjb sebesar Rp2,5 triliun khusus untuk UKM,” ucapnya.   (riantonurdiansyah)