Bantu Warga Terdampak Covid-19, DKP Garut Siapkan 500 Ton Beras

Bantu Warga Terdampak Covid-19, DKP Garut Siapkan 500 Ton Beras
istimewa

INILAH, Garut- Dalam upaya membantu penduduk Kabupaten Garut terdampak Covid-19, Pemkab Garut melalui Dinas Ketahanan Pangan (DKP) setempat menyiapkan bantuan sebanyak 500 ton beras.

Menurut Kepala DKP Garut Enok Rihawati didampingi Kepala Bidang Ketersediaan dan Kerawanan Pangan Yanto Helyanto, bantuan beras bersumber dari anggaran biaya tak terduga (BTT) APBD Garut Tahun Anggaran (TA) 2020 itu diperuntukkan bagi warga terdampak Covid-19 yang bukan merupakan penerima bantuan sosial (bansos) semisal program keluarga harapan (PKH), Bantuan Pangan Non Tunai/Sembako, Bansos Presiden, Bansos Kemensos, Bansos Provinsi, dan dana desa.

"Makanya, kami mewanti-wanti pihak pemerintahan desa termasuk RT dan RW serta Camat benar-benar cermat dalam mendata warga penerima bantuan. Jangan sampai bertumpang tindih dengan bantuan lain yang serupa, serta agar kuantitas maupun kualitas barangnya benar-benar terjaga. Kalau ditemukan barangnya jelek, kembalikan saja untuk kemudian diganti dengan yang bagus !" ingat Yanto, Rabu (12/8/2020).

Menurutnya, bantuan tanggap darurat yang merupakan bentuk kepedulian Bupati Garut kepada warga terdampak Covid-19 itu nantinya disalurkan melalui pemerintah kecamatan. Lalu dibagikan pihak kelurahan/desa selaku pengusul untuk disalurkan kepada warga yang berhak.

"Kita juga sudah melakukan sosialisasi ke kecamatan-kecamatan, dan turun langsung mengawasi penyaluran bantuan tanggap darurat Covid-19 ini ke lapangan," kata pria akrab disapa Om Yanto itu.

Dikatakannya, ketersediaan pangan di Kabupaten Garut sendiri, saat ini, masih cukup tersedia. Bahkan ketersediaan pangan jenis beras di Garut bisa disebut mengalami surplus. Hanya diakuinya yang menjadi persoalan bukan pada ketersediaan pangan di masyarakatan melainkan lebih kepada tingkat daya beli masyarakatnya.  

Kepala Bidang Distribusi dan Harga Pangan Mansyur menambahkan, bantuan beras tanggap darurat Covid-19 itu juga diharapkan dapat membantu kebutuhan logistik mereka yang merupakan korban bencana yang belum tersentuh bantuan beras dari cadangan pangan pemerintah daerah (CPPD) APBD Garut TA 2020.

Mansyur menyebutkan, dari sebanyak 50 ton beras CPPD teranggarkan pada 2020, hingga kini sudah sebanyak 20 ton tahap pertama tersalurkan kepada warga terancam kerawanan pangan akibat beragam bencana tersebar di sejumlah desa/kelurahan/kecamatan. Beras sebanyak 15 ton lagi sudah dipesankan rekanan untuk disalurkan. 

"Sampai Desember, semuanya akan habis tersalurkan. Bahkan mungkin sebelum  Desember. Saat ini, kita sedang mengajukan lagi bantuan 2,5 ton," kata Mansur.(zainulmukhtar)