Muhammadiyah Canangkan Perkuat Gerakan Pakai Masker

Muhammadiyah Canangkan Perkuat Gerakan Pakai Masker
istimewa

INILAH, Garut-Prihatin dengan pandemi Covid-19 di Indonesia yang kian mengkhawatirkan dengan kasus harian mencapai 1.500-an, Muhammadiyah yang sejak awal berpartisipasi dalam penanganan Covid-19, kembali menguatkan komitmennya untuk mencegah penyebaran Covid-19 dengan mencanangkan penguatan Gerakan Memakai Masker, Rabu (12/8/2020).

Gerakan Memakai Masker dicanangkan bekerja sama komunitas Gerakan Pakai Masker (GPM) yang selama ini gencar berkampanye pemakaian masker di tengah-tengah masyarakat melalui siaran pers dilansir Muhammadiyah Covid-19 Command Center (MCCC) Pimpinan Pusat Muhammadiyah.

Berkaitan pandemi Covid-19, masker dinilai bukan hanya pelindung nyawa melainkan juga pelindung ekonomi keluarga agar bisa melanjutkan kegiatan ekonomi dengan tetap bekerja dan produktif dalam kondisi tetap sehat. Sehingga penggunaan masker merupakan hal penting untuk menekan angka kasus Covid-19.

Muhammadiyah sendiri bekerja sama dengan komunitas GPM terus mengedukasi masyarakat mengenai pemakaian masker, membagikan satu juta masker kepada masyarakat, serta mengedukasi masyarakat membuat pelatihan pembuatan masker sendiri. 

"PP Muhammadiyah melalui MCCC dan Universitas Muhammadiyah serta jaringannya berkomitmen untuk terus menggaungkan serta mengedukasi masyarakat untuk memakai masker," kata Ketua PP Muhammadiyah Agus Taufiqurrahman.

Dia menyebutkan, gerakan sosial ekonomi Muhammadiyah di antaranya melalui pelatihan pembuatan masker untuk mencapai swasembada masker yang akan melibatkan komunitas perempuan dan keluarga. Diharapkan hal itu dapat membantu ekonomi keluarga terdampak pandemi, sekaligus memenuhi kebutuhan masker dalam negeri.

Senada dikemukakan Ketua MCCC PP Muhammadiyah Agus Samsudin. Dia mengatakan, MCCC siap mendistribusikan sebanyak 500.000 masker sumbangan dari Temasek, Singapura. 

"Kami menerima sumbangan ventilator dan masker dari Singapura yang diserahkan secara simbolis pada tanggal 29 Juli 2020 lalu. Dan ini akan kami distribusikan kepada warga yang membutuhkan," ujarnya.

Ketua GPM Sigit Pramono menyebutkan, saat ini, Indonesia berada di peringkat 97 dari 100 negara di dunia dalam penanganan Covid-19. Artinya, Indonesia dinilai belum aman dari pandemi Covid-19. 

"Peringkat ini juga nanti bisa mempengaruhi pertimbangan para investor untuk berinvestasi dan berpengaruh pada kunjungan turis ke Indonesia," ujarnya.

Ketua GPM Klaster Universitas/Campaign Director Muhammad Edhie Purnawan menilai masker adalah pelindung tidak hanya nyawa tetapi juga pelindung ekonomi keluarga agar bisa melanjutkan kegiatan ekonomi dengan tetap bekerja dan produktif sekaligus tetap sehat. 

Menurutnya, Universitas dan civitas akedemika pun memiliki peran penting dalam menyosialisasikan dan mengedukasi pemakaian masker kepada masyarakat. Termasuk mahasiswa yang bisa dilibatkan dalam program pengabdian masyarakat melalui pelatihan membuat masker. 

"Masker buatan sendiri atau keluarga bisa digunakan sendiri maupun di jual sebagai penambah pendapatan keluarga sehingga ekonomi keluarga tetap sehat," yakinnya.(zainulmukhtar)