Sikap Kami: Sekolah Bang Midji

Sikap Kami: Sekolah Bang Midji

KEPADA warganya, Bang Midji minta maaf. Tertulisnya, karena kembali harus menutup sekolahan. Tapi, sulit dipungkiri, dia juga risau karena Covid-19 memapar warga pendidikan. Ada 14 murid dan 8 guru yang positif Covid-19.

Bang Midji, nama sebenarnya Sutarmidji, Gubernur Kalimantan Barat. Seperti Ridwan Kamil, dia juga merangkak dari Wali Kota Pontianak ke posisi gubernur, pada pilkada sebelumnya.

Kalimantan Barat termasuk daerah prevalensi landai virus corona. Sampai kemarin, baru 429 kasus positif. Yang masih menjalani perawatan tinggal 45. Dan, dari 45 itu, hampir separuhnya adalah murid-guru. Ya, 22 orang yang baru terpapar itu.

Apa yang terjadi di Kalimantan Barat itu, patut menjadi pembelajaran bagi kita semua. Tak ada zona merah di sana. Sebanyak 10 kabupaten/kota masuk zona hijau. Hanya tiga zona kuning dan satu oranye.

Pelajaran intinya adalah bahwa lembaga pendidikan sangat rentan terpapar virus Covid-19. Belakangan, data dari sejumlah lembaga pemerhati pendidikan pun mengungkap mulai maraknya corona di kampus sekolahan.

Jika kita lihat, virus corona masuk memanfaatkan kelengahan kita. Bayangkan, kurang baik apanya APD di lembaga kesehatan, dibandingkan masyarakat umum, toh banyak tenaga kesehatan yang terpapar. Banyak di antaranya bukan saat merawat pasien, melainkan ketika bercengkerama dengan pihak lain, terutama mereka yang masuk orang tanpa gejala.

Itulah yang kita khawatirkan juga potensial terjadi di sekolahan. Kita semua, misalnya, paham betullah apa yang terjadi di tingkat SMA karena kita pernah merasakannya. Kebebasan –kadang kebablasan—sebagai aktualisasi diri demikian tingginya. Jelas, aktualisasi itu sangat terbuka untuk dimasuki virus.

Tapi, ya sudahlah, pemerintah juga sudah membuka sekolah untuk melakukan kegiatan belajar-mengajar tatap langsung. Di zona hijau dengan protokol kesehatan yang ketat. Di sejumlah daerah di Jawa Barat akan dimulai pada 18 Agustus mendatang.

Kita hanya berharap, adik-adik kita, anak-anak kita, betul-betul disiplin, di dalam atau di luar kelas, agar persebaran virus corona di sekolahan bisa dipersempit, kalau perlu ditutup sama sekali. Sekali lagi ingat, virus corona kerap masuk karena kelalaian kita. Kelalaian yang tidak kita duga-duga.

Cukuplah Bang Midji yang minta maaf karena harus menutup sekolah kembali akibat pelajar dan guru terpapar corona. Gubernur kita, kita harapkan, tak perlu melakukan itu. Kita hanya bisa membantu mengingatkan --warga pendidikan tertib protokol—dan berdoa agar virus itu tak masuk ke sekolahan. (*)