UIN SGD Wisuda 800 Lulusan Secara Virtual

UIN SGD Wisuda 800 Lulusan Secara Virtual

INILAH, Bandung - Rektor Universitas Islam Negeri Sunan Gunung Djati (UIN SGD) Bandung, Prof. Dr. H. Mahmud, M.Si melantik 800 lulusan pada Wisuda ke-78 secara virtual melalui telekonferensi aplikasi zoom dan disiarkan langsung pada kanal youtube, facebook UIN Sunan Gunung Djati Bandung.

Ke-800 wisudawan itu berasal dari Fakultas Ushuluddin 57 orang Fakultas Tarbiyah dan Keguruan 153 orang; Fakultas Syariah dan Hukum 219 orang; Fakultas Dakwah dan Komunikasi 89 orang; Fakultas Adab dan Humaniora 61 orang; Fakultas Psikologi 21 orang; Fakultas Sains dan Teknologi 35 orang; Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik 52 orang; S2 96 orang dan S3 17 orang.

Acara sidang senat terbuka dalam rangka Wisuda ke-78 lulusan Program Sarjana, Magister dan Doktor UIN Sunan Gunung Djati Bandung dibuka secara resmi oleh Ketua Senat Universitas, Prof. Dr. H. Nanat Fatah Natsir, MS.

Dalam sambutannya Nanat menuturkan, atas nama keluarga besar Senat Universitas UIN Sunan Gunung Djati Bandung menyampaikan ucapan selamat dan sukses kepada seluruh orang tua, Wali Wisudawan, Wisudawati, juga kepada Wisudawan, Wisudawati yang dilantik dan dikukuhkan oleh Rektor, yang telah berhasil mencapai jenjang pendidikan tinggi Program Sarjana (S1), Magister (S2) dan Doktor (S3) tahun akademik 2019/2020.

"Setelah lulus dari UIN SGD Bandung, tugas saudara berikutnya adalah mengabdi kepada masyarakat, untuk mendapatkan ridha Allah swt., mengamalkan ilmu yang saudara dapatkan dari bangku kuliah, dan kini saudara sudah menyandang gelar kesarjanaan, sebagai cendikiawan muslim yang Ulul Albab, memadukan antara dzikir dan fikir, mampu berfikir mendalam, substansial, dan peduli dengan problem yang dihadapi masyarakat," tegasnya, Kamis (13/8/2020).

Mahmud menyampaikan, dengan situasi yang mengkhawatirkan, disatu pihak ada pandemi Covid-19, di pihak lain harus juga memiliki kewajiban untuk melaksanakan tugas bekerja sesuai dengan tusinya masing-masing. 

"Sampai saat ini kita masih diberikan kesempatan serta kekuatan untuk bisa melaksanakan berbagai kegiatan, termasuk kegiatan Wisuda yang ke-78. Kendatipun kita laksanakan secara virtual. Saya yakin bahwa perayaan Wisuda seperti yang kita laksanakan saat ini bukanlah harapan saudara-saudara para wisudawan wisudawati, bukan cuma saudara kami pun para pimpinan di lingkungan UIN Sunan Gunung Djati Bandung tidak berharap pelaksanaan ini terjadi, namun apa mau dikata wabah virus Corona sampai saat ini masih belum landai, bahkan yang ada semakin meningkat," jelasnya.

Menurutnya, atas dasar menjaga kesehatan, keselamatan dan ikhtiar untuk memutus mata rantai virus Corona, maka dengan penuh keterpaksaan pihaknya harus memutuskan pelaksanaan wisuda secara virtual.

"Oleh karenanya kami berharap kendatipun pelaksanaan secara virtual tidak mengurangi kehusyuan kita dan tidak mengurangi nilai kemanfaatan. Pelaksanaan kegiatan ini sekaligus kita sadari bahwa memang tidak selamanya harapan kita menjadi kenyataan," ucapnya.

Dalam menghadapi situasi seperti ini, lulusan UIN Sunan Gunung Djati harus tampil memberikan solusi dan bermanfaat di tengah-tengah kehidupan bermasyarakat. Untuk urusan Covid-19 tentunya harus menggunakan dua pendekatan: Pertama, secara lahir (medis) mengikuti aturan-aturan protokol Covid-19, yakni jaga jarak, bermasker, cuci tangan, di rumah aja. Kedua, pendekatan batin (agama) seperti berdoa setiap pagi dan sore, dawam wudhu dan juga jangan mendatangi tempat yang sudah terkena wabah, banyak beristighfar.

“Saya yakin, ketika saudara-saudara para lulusan bergerak tampil menyelesaikan persoalan wabah ini dengan dua pendekatan sesuai dengan kapasitas saudara, maka wabah korona dengan usaha keras kita dengan usaha cerdas kita melalui izin Allah maka wabah Corona akan hilang dari negeri yang kita cintai ini," ujarnya. (Okky Adiana)