M Nazarudin Resmi 'Merdeka' Menjelang HUT ke-75 RI

M Nazarudin Resmi 'Merdeka' Menjelang HUT ke-75 RI
Foto: Syamsuddin Nasoetion

INILAH, Bandung - Empat hari menjelang Hari Kemerdekaan Indonesia, mantan Bendahara Umum Partai Demokrat Muhammad Nazaruddin dipastikan bebas murni, Kamis (13/8/2020). Artinya, Dia dipastikan telah menjadi manusia yang merdeka atau mendapatkan kebebasan murni.

Sebelum bebas, Nazarudin diketahui telah menjalani masa cuti menjelang bebas (CMB) terhitung sejak 14 Juni 2020. CMB Nazarudin, berdasarkan surat keputusan Menteri Hukumndan HAM RI nomor : PAS-738.PK.01.04.06 tahun 2020 tanggal 10 Juni 2020 tentang cuti menjelang bebas atas nama Muhammad Nazaruddin bin Latief (alm).

"Hari ini M. Nazarudin selesai menjalani bimbingan cuti menjelang bebas. Iya sudah bebas murni," ucap Pembimbing Kemasyarakatan Madya Bapas Bandung Budiana, di Kantor Bapas Bandung, Jalan Ibrahim Adjie, Kota Bandung.

Budiana menjelaskan, Nazarudin telah dinyatakan selesai menjalani masa CMB dengan baik. Diantaranya melakukan laporan rutin kepada Pembimbing Pemasyarakat.

"Selama menjalani bimbingan yang bersangkutan mengikuti aturan, diantaranya kewajiban lapor satu minggu sekali, ini sudah 9 kali lapor," ujar Budiana.

Ditemui ditempat yang sama, M. Nazarudin mengaku lega dengan kebebasannya tersebut. Dia mendapatkan pelajaran banyak saat mendekam di Lapas Sukamiskin Bandung.

"Iya sehat alhamdulilah, yang pasti saya bersyukur Alhamdulillah. Semua ini ada hikmahnya," pungkas Nazarudin usai menerima berkas bebas murni.

Untuk diketahui, Nazaruddin dipidana kurungan selama 13 tahun untuk 2 kasus tindak pidana korupsi. Masa pidana Nazarudin sebenarnya baru selesai pada tahun 2025. Namun, dalam kasus tersebut Dia telah menjadi JC (Justice Collaborator) dan mendapat remisi.

Berbagai macam remisi pun berhasil didapatkan Nazarudi Sebelum bebas. Diantaranya, remisi khusus hari raya Idul Fitri, remisi umum 17 Agustus, remisi dasawarsa pada tahun 2015, hingga remisi tambahan donor darah.

Selain itu, Nazaruddin juga sudah bekerjasama sebagai Justice Collaborator (JC). Total Nazarudin mendapatkan remisi selama 45 bulan, 120 hari.

Kasus pertama yang menjerat Nazaruddin yaitu kasus suap wisma atlet di mana Nazaruddin terbukti menerima suap Rp 4,6 miliar dari mantan Manajer Pemasaran PT Duta Graha Indah (DGI) M El Idris. Dia divonis 4 tahun 10 bulan dan denda Rp 200 juta pada 20 April 2012. Namun, vonis itu diperberat Mahkamah Agung (MA) menjadi 7 tahun dan denda Rp 300 juta.

Kasus kedua yaitu berkaitan dengan gratifikasi dan pencucian uang. Dia divonis 6 tahun penjara dan denda Rp 1 miliar karena terbukti secara sah dan meyakinkan menerima gratifikasi dan melakukan pencucian uang dari PT DGI dan PT Nindya Karya untuk sejumlah proyek yang jumlahnya mencapai Rp 40,37 miliar. (Ridwan Abdul Malik)