Pendapatan PPJ Kota Bogor Berangsur Membaik

Pendapatan PPJ Kota Bogor Berangsur Membaik
Foto: Rizki Mauludi

INILAH, Bogor - Pendapatan Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Pasar Pakuan Jaya (PPJ) Kota Bogor berangsur normal setelah terdampak pendemi Covid-19 Kota Bogor. Bahkan, pendapatan Pasar Bogor surplus pada Juli 2020.

Sebelumnya, pada April-Mei pendapatan Perumda PPJ merosot hingga 60 persen. Rencananya, PPJ juga akan memberlakukan penataan non-kios los (NKNL) untuk menambah pendapatan sebesar 10 persen di setiap pasar yang dikelola.

Direktur Operasional Perumda PPJ Kota Bogor Deni Aribowo mengatakan, saat ini ada peningkatan dari tiga bulan terakhir. Bahkan, angkanya hampir 100 persen pendapatan. Namun, ada beberapa pasar yang pendapatannya masih kurang seperti Pasar Kebon Kembang.

"Untuk pasar yang menjual bahan pokok cenderung menanjak, kalau pasar yang fesyen tidak bisa. Pasar Bogor sudah normal karena kebutuhan pokok sebagian besar komoditinya dan Pasar Gunung Batu sudah normal," kata Deni, Kamis (13/9/2020).

Deni menjelaskan, pasar yang paling banyak naik dari target pendapatan setiap bulannya adalah Pasar Bogor hingga diangka menembua angka 160 persen pendapatan dari proyeksi pasar Bogor. Untuk Pasar Merdeka naik 70 persen dan Pasar Devris 27 persen, khusus Devris digencarkan pembayaran di kios-kios yang sulit bayar serta langkah ke depannya akan diperbaiki tangga di depannya.

"Hal lain untuk mendorong kenaikan pendapatan Perumda PPJ Kota Bogor, yaitu kami tata NKL hingga akan diterbitkan KisTB bagi pedagang NKL yang ada di auning seperti Merdeka, Sukasari, Jambu Dua dan Kebon Kembang. Ini meningkatkan pendapatan sekitar 10 persen di pasar-pasar yang ada NKL. Untuk data NKL Pasar Sukasari 120 NKL, pasar Merdeka 119 NKL, Jambu Dua 140 NKL dan Kebon Kembang 33 NKL," jelasnya.

Sementara itu, Kanit Pasar Baru Bogor Untung Tampubolon mengatakan pihaknya optimalkan penagihan terhadap pedagang atas tunggakan hak guna pakai (HGP) dan bisa tertarik sampai 162 persen pada Juli 2020 kemarin. Penagihan mengalami peningkatan dari sebelumnya 50 persen, karena sbelum dilakukan penagihan telah diberikan surat pemberitahuan terlebih dulu kepada para pedagang. Sekarang masuk ke tahap dua penyampaian surat pemberitahuan ke pedagang.

"Selain itu, pendapatan ada peningkatan dari invoice di lantai 3 tempat relokasi pedagang Jalan Bata dan Lawang Seketeng. Invoice sudah diberlakukan tapi untuk sewa tempat belum," ungkap Untung.

Untung menjelaskan, untuk sewa tempat akan diberlakukan bulan depan atau September 2020, pemberlakuan sewa juga rencananya tidak per tahun tapi per bulan agar tidak memberatkan pedagang di lantai 3 ini.

"Pendapatan juga meningkatkan dari parkir. Tapi dari semua pendapatan di Pasar Baru Bogor paling besar potensinya dari HGP atau sewa kios pedagang," pungkasnya. (Rizki Mauludi)