Kemenaker Salurkan Bantuan untuk Buruh Korban PHK Covid-19

Kemenaker Salurkan Bantuan untuk Buruh Korban PHK Covid-19
net

INILAH, Purwakarta - Virus corona sebarannya masih terasa di Indonesia, tak terkecuali di Kabupaten Purwakarta. Imbasnya, hampir seluruh sektor yang selama ini menjadi penopang ekonomi masyarakat mengalami kelesuan. Sebut saja di antaranya, mereka yang bergelut di sektor UMKM, buruh pabrik dan harian lepas.

Saat ini saja, sejumlah perusahaan di Kabupaten Purwakarta dikabarkan mulai merasa tak berdaya dengan mewabahnya virus mematikan itu. Akibatnya, saat ini  banyak perusahaan yang melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK) secara besar-besaran terhadap karyawannya.

Sejauh ini, pemerintah pusat, provinsi, dan kabupaten menyadari jika perekonomian masyarakat mengalami kelesuan pasca mewabahnya virus corona ini. Tak heran, pemerintah pun saat ini terus berjibaku untuk melakukan pemulihan ekonomi tersebut.

Khusus untuk para buruh, pemerintah melalui Kementerian Tenaga Kerja (Kemenaker) telah menyiapkan solusi. Khususnya, bagi mereka yang terkena PHK itu. Salah satunya, melalui program pemberdayaan tenaga kerja mandiri. Bantuan tersebut, untuk saat ini dikhususkan bagi kelompok kerja perempuan yang terdampak pandemi.

Menteri Ketenagakerjaan Ida Fauziyah menuturkan, jajarannya merupakan salah satu kementerian bertanggung jawab di bidang peningkatan SDM. Selain itu, tugas lainnya yakni berupaya menekan tingkat pengangguran seminimal mungkin di masa pandemi ini, khusunya bagi pekerja perempuan yang terkena PHK dan dirumahkan.

“Bantuan yang kami berikan ini, berupa pelatihan dan pemberian stimulus modal usaha bagi mereka,” ujar Ida.

Target kementerian, kata dia, memberdayakan buruh perempuan yang di-PHK atau dirumahkan. Sebab, salah satu tugas jajarannya di sini juga membantu mengembangkan masyarakat menjadi seorang enterpreneurship atau wirausahawan.

“Dalam penyerahan bantuan ini, kami melibatkan kelompok buruh. Jadi, satu kelompok itu ada 20 orang buruh,” jelas dia.

Sampai saat ini, kementerian sudah menyalurkan bantuan tersebut kepada sedikitnya ada 30 kelompok pekerja perempuan di wilayah Jawa Barat, Banten, dan DKI. Sehingga, total saat ini sudah ada 600 pekerja perempuan yang telah diberdayakan dan diberi bantuan.

“Untuk Purwakarta sendiri, ada sekitar 15 kelompok buruh yang mendapat bantuan ini. Dengan bantuan ini, diharapkan para buruh ini bisa kembali bangkit secara ekonomi,” pungkasnya. (Asep Mulyana)