Rachmat Yasin Meminta Bagian Tanah yang Akan Dibangun Kota Santri

Rachmat Yasin Meminta Bagian Tanah yang Akan Dibangun Kota Santri
istimewa

INILAH, Bandung- Tersangka dugaan korupsi grativikasi Rachmat Yasin (RY) meminta bagian tanah seluas 20 hektare. Pemilik tanah berencana akan membangun pondok pesantren.

Pada 2010, Rachmat Yasin masih menjadi Bupati Bogor. Saat itu  seorang pemilik tanah seluas 350 Hektare yang terletak di Desa Singasari dan Desa Cibodas, Kecamatan Jonggol Kabupaten Bogor ingin mendirikan Pondok Pesantren dan Kota Santri.

Untuk itu ia berencana akan menghibahkan tanahnya seluas 100 Hektare agar pembangunan pesantren terealisasi.. Pemilik tanah tersebut kemudian menyampaikan maksudnya untuk mendirikan pesentren pada RY melalui stafnya.

“Tersangka RY menjelaskan agar dilakukan pengecekan mengenai status tanah dan kelengkapan surat-surat tanahnya,”kata  Wakil Ketua KPK, Lili Pintauli Siregar dalam jumpa pers di Gedung KPK, Jakarta, Kamis (13/8/2020).

Pada pertengahan 2011, RY melakukan kunjungan lapangan di sekitar daerah pembangunan Pondok Pesantren tersebut. Melalui perwakilannya, RY menyampaikan ketertarikannya terhadap tanah tersebut.

“RY juga meminta bagian agar tanah tersebut juga dihibahkan untuknya.  Pemilik tanah kemudian menghibahkan atau memberikan tanah seluas 20 Ha tersebut sesuai permintaan RY,” jelasnya.

“Diduga RY mendapatkan gratifikasi agar memperlancar perizinan lokasi pendirian Pondok Pesantren dan Kota Santri,” seraya menambahkan.