Pekerja Perempuan Menjadi Penggerak Xiaomi

Pekerja Perempuan Menjadi Penggerak Xiaomi
istimewa

INILAH, Jakarta - Dalam rangka hari jadinya yang ke-10, CEO sekaligus Pendiri Xiaomi, Lei Jun, menggelar sebuah pidato di hadapan publik dan investor. Ada yang menarik dalam pidato itu, karena dia sempat menyebut keluarga pekerja wanita dari Indonesia.

Lei Jun menyebut nama Ellyana yang diketahui sebagai salah satu pekerja wanita PT Sat Nusapersada, pabrik perakitan ponsel di Batam, pada bagian produksi unit Xiaomi.

Perempuan bernama lengkap Ellyana Pasaribu ini diketahui merupakan salah satu dari 90 persen perempuan di lini perakitan produk Xiaomi di fasilitas tersebut.

"Ellyana, ibu tiga anak tinggal di Batam, Indonesia. Kehilangan satu-satunya sumber pendapatan keluarga setelah suaminya meninggal beberapa tahun lalu," tutur Lei Jun.

"Ibu Ellyana mengasuh tiga anaknya, dan bekerja di fasilitas produksi lokal Xiaomi sehingga bisa mencari nafkah demi menghidupi keluarga," lanjut dia.

Ellyana diketahui bekerja di bagian kebersihan untuk peralatan yang digunakan selama perakitan.

Xiaomi-has-changed-lives-Ellyana

Dari kisah ini, Lei Jun seakan ingin menegaskan bahwa Xiaomi bisa besar menjadi seperti saat ini termasuk kontribusi dari pasar Indonesia tidak terlepas dari peran para pekerja.

Dia mengklaim bahwa pertumbuhan Xiaomi hingga saat ini juga ikut meningkatkan taraf hidup banyak orang.

Baru-baru ini, Xiaomi mengumumkan bahwa perusahaannya sudah masuk dalam daftar Fortune Global 500 yaitu daftar perusahaan yang berhasil menghasilkan pendapatan besar di dunia menurut majalan Fortune.

Xiaomi hadir di tahun 2020 dengan produk pertamanya adalah custom UI bernama MIUI. Kemudian baru di 16 Agustus 2011 mereka merilis smartphone pertama yaitu Mi 1.

Sejak saat itu, Xiaomi selalu mengklaim ingin menyediakan akses teknologi semudah mungkin kepada semua orang salah satunya adalah dengan menyediakan produk teknologi di harga terjangkau. (inilah.com)