Garut Laksanakan Sekolah Tatap Muka 18 Agustus Mendatang?

Garut Laksanakan Sekolah Tatap Muka 18 Agustus Mendatang?
istimewa

INILAH, Garut- Menjelang pembelajaran tatap muka di sekolah di Kabupaten Garut yang digadang-gadang mulai dilaksanakan 18 Agusutus 2020, Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Garut mengeluarkan surat agar KCD Disdik Jabar Wilayah XI melaksanakan skrining atas usulan SMA dan SMK yang akan menyelenggarakan kegiatan pembelajaran tatap muka dengan memperhatikan level kewaspadaan zona Covid-19. 

Melalui surat bersifat segera bernomor 440/8254/Dinkes/2020 tentang Kesiapan Pembelajaran SMA dan SMK tertanggal 13 Agustus 2020, Dinkes menegaskan mulai 18 Agustus 2020 dilaksanakan visitasi dan verifikasi ke lokasi SMA dan SMK menggunakan instrumen disediakan untuk dibuat kesimpulan dan rekomendasi hasil verifikasi ke Gugus Tugas Percepatan Penanganan (GTPP) Covid-19 Kabupaten Garut. Selanjutnya, GTPP mengolah data hasil verifikasi dan menyampaikan hasil analisa berupa surat rekomendasi tentang kesiapan pembelajaran tatap muka di SMA dan SMK.

Dinkes Garut melalui UPT Puskesmas melaksanakan tes Covid-19 berupa pengambilan sampel swab kepada tenaga pengajar SMA dan SMK direkomendasikan GTPP dengan teknik pengambilan sampel secara acak sederhana. Apabila hasil pemeriksaan RT-PCR terdapat hasil konfirmasi positif Covid-19 maka sekolah bersangkutan tidak bisa menyelenggarakan proses pembelajaran tatap muka.

Pada surat ditandatangani Kepala Dinkes Garut Maskut Farid ditujukan kepada Kantor Cabang Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat Wilayah XI, dan seluruh Kepala UPT Puskesmas di Garut itu disebutkan agar dilaksanakan monitoring dan evaluasi penerapan protokol kesehatan pada SMA dan SMK yang menyelenggarakan pembelajaran sesuai kesepakatan secara berkala. Hal itu sesuai kesepahaman antara Dinkes melalui UPT Puskesmas secara kewilayahan dengan SMA dan SMK yang direkomendasikan GTPP Covid-19 Garut.

Berkaitan level kewaspadaan Covid-19 di Garut sendiri, sesuai lampiran surat Dinkes mengenai Level Kewaspadaan Covid-19 tingkat Kecamatan di Kabupaten Garut periode 25 Juli sampai 12 Agustus 2020, tercatat ada sebanyak 20 dari 42 kecamatan di Kabupaten Garut masuk zona hijau atau belum terdampak, yakni Kecamatan Sucinaraja, Samarang, Pasirwangi, Malangbong, Karangtengah, Singajaya, Cihurip, Banjarwangi, Peundeuy, Pameungpeuk, Cisompet, Cikelet, Cibalong, Mekarmukti, Pakenjeng, Cisewu, Caringin, Talegong, Pamulihan, dan Kecamatan Balubur Limbangan.

Sebanyak 12 kecamatan masuk zona merah atau kewaspadaan tinggi. Yakni Kecamatan Tarogong Kaler, Tarogong Kidul, Leles, Kadungora, Kersamanah, Sukawening, Bayongbong, Cilawu, Cisurupan, Bungbulang, dan Kecamatan Cibiuk.

Sebanyak tujuh kecamatan masuk zona oranye atau kewaspadaan sedang. Yakni Kecamatan Garut Kota, Karangpawitan, Banyuresmi, Leuwigoong, Sukaresmi, Cikajang, dan Kecamatan Selaawi.

Sebanyak tiga kecamatan lainnya masuk zona kuning atau kewaspadaan rendah. Yakni Kecamatan Wanaraja, Cibatu, dan Kecamatan Cigedug. (zainulmukhtar)