Reaksi Bima Arya Soal Kasus Positif Covid-19 Melonjak

Reaksi Bima Arya Soal Kasus Positif Covid-19 Melonjak
istimewa

INILAH, Bogor - Wali Kota Bogor Bima Arya Sugiarto menegaskan bahwa ada 98 kasus positif Covid-19 di Kota Bogor dari awal bulan Agustus 2020 hingga pertengahan Agustus 2020 ini, bahkan 98 jumlah yang positif ini lebih banyak daripada saat bulan Juli 2020. Karena itu Bima Arya juga berpesan agar masyarakat lebih berhati-hati menghadapi pandemi Covid-19 Kota Bogor ini.

"Kasus covid-19 di kota Bogor menunjukkan Puncak yang cukup tinggi dari tanggal 1 hingga 13 Agustus 2020 ini tercatat ada 98 kasus positif. Ini angka yang lebih tinggi dari keseluruhan angka positif di bulan Juli lalu," ungkap Bima melalui video pada Kamis (13/8/2020) malam.

Bima melanjutkan, sebagian besar penularan dari luar kota, jadi apabila anda berpergian keluar kota apalagi dari daerah yang rawan. Usahakan waspada dan hati-hati.

"Apabila ada gejala segera dilakukan tes swab dengan difasilitasi oleh puskesmas atau Dinkes Kota Bogor," tambahnya.

Bima juga mengatakan, bagi anda atau anggota keluarga, yang sehari-harinya aktif diluar rumah, pastikan ketika pulang kerumah jangan dahulu berinteraksi dengan anggota keluarga sebelum anda membersihkan diri secara total.

"Untuk menghindari penyebaran harus terobos ke kamar man, karena dikhawatirkan membawa virus dari luar ke dalam rumah. Karena sebagian besar kasus berasal dari penularan didalam keluarga. Ketika tidak hati-hati akan menularkan keluarga lain, saat ini dicatat ada 24 keluarga yang menjadi sumber penularan kasus. Ada satu keluarga bahkan ada anggota keluarga yang positif ada 22 orang. Keselurahan kasus Positif dikeluarga ada 85 kasus," bebernya.

Bima mengharapkan, masyarakat agar

hati-hati betul untuk selalu membersihkan diri dan jaga jarak apabila anda mengalami gejala-gejala yang menunjukkan ke arah Covid-19. Ini untuk keselamatan, kebaikan dan kesehatan semua. 

"Kami meminta dan mengimbau kepada seluruh masyarakat khususnya warga Kota Bogor untuk tidak memperingati HUT RI atau hari kemerdekaan dengan cara-cara yang bisa mengundang kerumunan. Jadi jangan sampai ada kerumunan yang beresiko menjadi penularan Covid-19 di Kota Bogor," tegasnya.

Dirinya juga yakin, kemerdekaan tidak kehilangan maknanya ketika dirayakan dengan protokol kesehatan. Merah putih akan selalu di dada dan di sanubari.

"Kalaupun kita tidak menyelenggarakan acara yang mengundang keramaian, khususnya mengundang penularan Covid-19," pungkasnya. (rizky mauludi)