Madrasah di Cigedug Hangus Terbakar

Madrasah di Cigedug Hangus Terbakar
Foto: Zainulmukhtar

INILAH, Garut - Bangunan madrasah dan rumah di Kampung Barusuda Kulon RT 01 RW 08 Desa Barusuda Kecamatan Cigedug hangus terbakar, Kamis (13/8/2020).

Tak ada korban jiwa maupun luka pada kebakaran diduga terjadi akibat percikan api konsleting listrik itu. Jumlah kerugian material pun masih dalam penghitungan petugas.

Menurut Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkar) Kabupaten Garut Aah Saeful Anwar melalui Sekretaris Guriansyah, pihaknya menurunkan sebanyak dua unit mobil damkar guna mengatasi kebakaran terjadi sekitar pukul 11.15 WIB.

Diduga, sumber api kebakaran berasal dari percikan konsleting listrik pada bangunan rumah panggung berukuran 7x11 meter milik Anang (52) yang saat itu dalam keadaan kosong ditinggalkan pemilik/penghuninya.

Warga sempat panik karena api diketahui sudah membesar dan merembet pada bangunan madrasah berukuran 5x8 meter milik Ujang (60).

Lokasi cukup jauh, membuat Tim Rescue Damkar baru tiba di lokasi kejadian berselang 25 menit usai menerima laporan warga mengenai kebakaran tersebut.

Dibantu warga dan unsur Forum Komunikasi Pimpinan Kecamatan Cigedug, petugas berupaya mengendalikan dan memadamkan api kebakaran di tengah guyuran hujan. Api pun berhasil dipadamkan sekitar pukul 13.12 WIB.

Kebakaran dan aksi para petugas selama berupaya memadamkan api juga menjadi tontonan sejumlah warga. Kendati mereka mesti repot menggunakan payung agar terhindar dari guyuran air hujan.

Guna menghindari kejadian serupa, Guriansyah menghimbau masyarakat waspada terhadap potensi terjadinya kebakaran rumah atau bangunan. Pun dalam keadaan ditinggalkan penghuninya. Kebakaran bisa terjadi akibat lupa mematikan api kompor/tungku, mematikan obat nyamuk yang menyala, atau ada konsleting listrik pada salah satu titik instalasi listrik dalam rumah/bangunan.

"Makanya, penumpukan colokan listrik di satu tempat itu mesti dihindari, karena bisa mengakumulasikan panas dan menimbulkan konsleting listrik. Perlengkapan instalasi listrik dalam bangunan juga mesti memakai yang berlabel SNI (standar nasional IndonesiaI, LMK (Lembaga Masalah Kelistrikan), atau standar PLN," ingatnya. (Zainulmukhtar)