Dinkes Kota Bandung-Pocari Sweat Bersama Tangani DBD

Dinkes Kota Bandung-Pocari Sweat Bersama Tangani DBD
Ilustrasi

INILAH, Bandung - meningkatnya kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) di awal tahun ini menjadi sorotan utama banyak pihak, dari data Kementerian Kesehatan (Kemenkes) tercatat 13.683 pasien tersebar di seluruh Indonesia dengan pasien meninggal mencapai 132 orang.

Menyikapi kasus tersebut, Pocari Sweat berkolaborasi dengan Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Bandung berinisiasi menggelar sosialisasi penanganan demam berdarah kepada kepala puskesmas se-Kota Bandung, tak kurang sebanyak 100 kepala puskesmas hadir.

Sosialisasi digelar di kantor Dinas Kesehatan, Jalan Citarum No 34, kota Bandung, Jumat (1/2/2019). Pocari Sweat dan Dinas Kesehatan memberikan edukasi dan informasi akan pentingnya dehidrasi pada pasien demam berdarah.

Selain bekerja sama dengan Dinkes, Pocari Sweat pun telah bekerja sama dengan beberapa rumah sakit untuk membantu mengatasi dehidrasi dam memberikan penyuluhan kepada pasien dan keluarga tentang bahaya dehidrasi pada pasien DBD.

Retno Utama Head of Marketing Pocari Sweat Jabar mengatakan, melihat semakin maraknya kasus DBD di akhir Januari ini, menjadi perhatian banyak pihak. Sosialisasi ini merupakan bentuk kepedulian Pocari Sweat.

"Sosialisasi ini merupakan bentuk kepedulian Pocari Sweat dalam bidang kesehatan, sebagai upaya untuk membantu serta memberikan edukasi dan informasi tentang pentingnya minuman isotonik juga bahaya dehidrasi terhadap penderita DBD, "ungkapnya. 

Rere sapaan akrabnya menjelaskan,  kegiatan seperti ini merupakan kali pertama di gelar, dan baru dilaksanakan di Kota Bandung. Selain bekerja sama dengan Dinkes Kota Bandung, pihaknya mengaku, Pocari Sweat pun telah bekerja sama dengan beberapa rumah sakit di Kota Bandung dan Cimahi untuk memberikan edukasi tentang DBD. 

Menurut rekomendasi World Health Organization (WHO), air putih saja tidak cukup bagi para penderita DBD. WHO menyampaikan, bahwa pasien DBD harus dianjurkan mendapat asupan cairan yang cukup, seperti,  susu, jus buah, minuman elektronik isotonik, minuman rehidrasi oral, dan air tajin. Waspadai pula overhidrasi pada bayi dan anak-anak.