HUT RI 'Dirayakan' Geng Motor dengan Berkelahi

HUT RI 'Dirayakan' Geng Motor dengan Berkelahi

INILAH, Bandung - Hari Kemerdekaan Republik Indonesia yang jatuh pada tanggal 17 Agustus sejatinya diisi oleh kegiatan yang positif dan bermanfaat. Alih-alih melakukan hal tersebut, dua kelompok motor di kawasan Babakan Ciparay, Kota Bandung malah bertikai hingga menyebabkan adanya korban luka-luka.

Kasubbag Humas Polrestabes Bandung AKP Rahayu Mustikaningsih menjelaskan, kejadian tersebut bermula saat salah seorang dari kelompok motor bernama Yusep memberitahukan kepada teman-temannya, terkait masalah dirinya, dengan seorang dari kelompok motor lainnya bernama Eeng.

"Diduga awalnya Yusep alias Bebek memberitahukan bahwa ada masalah dengan sodara Eeng," ucap Rahayu dalam keterangan persnya, Selasa (18/8/2020).

Kemudian, lanjut Rahayu, teman dari Yusep, yakni Asep dan Giwong mencoba mendatangi Eeng untuk mengonfirmasi permasalahan temannya. Namun, alih-alih mendapatkan jawaban, Asep malah mendapatkan sebuah tamparan keras dari Eeng.

Tidak sampai di situ, salah seorang anggota kelompok motor dari kubu Yusep pun turut dipukuli oleh kelompok Eeng. Melihat temannya dipukuli, Asep pun melarikan diri ke rumahnya sekaligus untuk memberitahukan kepada kelompoknya terkait pemukulan yang dilakukan Eeng dan kawan-kawan.

"Tidak lama kemudian sodara Abeng datang dan langsung dpukulin oleh klompok Eeng Cs. Selanjutnya sodara Asep pulang menuju rumah untuk memberitahukan kepada teman-temanya. Dan terjadilah perkelahian dua kelompok motor," ujar Rahayu.

Akibat perkelahian tersebut, salah seorang dari kelompok motor Eeng, yaitu Titian Christian Sugiarto mengalami luka yang cukup parah.

"Korban mengalami luka sobek pada bagian leher, luka sobek pada tangan sebelah kiri & luka sobek pada kaki sebelah kanan," ungkap Rahayu.

Rahayu menambahkan, kasus ini pun sedang didalami oleh polisi. Mulai dari mencatat keterangan dari saksi mata di lokasi kejadian hingga memburu semua orang yang terlibat dalam pertikaian tersebut.

"Sudah ditangani, kita periksa saksi-saksi dan mencari semua orang yang terlibat," pungkas Rahayu. (Ridwan Abdul Malik)