IJTI Cirebon Raya Adukan 3 Media Daring Ke Polisi 

IJTI Cirebon Raya Adukan 3 Media Daring Ke Polisi 
Foto: Maman Suharman

INILAH, Cirebon - Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia (IJTI) Cirebon Raya mengecam keras soal adanya 'pencatutan' nama yang dilakukan oleh tiga media daring di Cirebon, Jawa Barat dalam salah satu pemberitaannya.

Ketua Umum IJTI Cirebon Raya, Faizal Nurahtman mengatakan, berita yang mencantumkan nama IJTI Cirebon Raya dan dirinya, sudah menyalahi kode etik jurnalistik. Pasalnya, media daring tersebut 'mengutip' obrolan pesan singkat pribadinya sebagai sumber berita.

Paisal menjelaskan, obrolan dalam pesan singkat itu tidak dimaksudkan sebagai sebuah statement resmi yang dapat dijadikan sebagai sumber berita. Ia menilai, apa yang dilakukan oleh media daring itu merupakan tindakan yang tidak bertanggung jawab, serta sudah mencoreng nama baik dirinya maupun nama dari IJTI Cirebon Raya. Nama-nama media daring tersebut adalah korankabarnusantara.co.id, patrolicyber.com dan lintasnews.id

"Saya tidak pernah memberikan statemen resmi, berkaitan dengab dugaan pilih-pilihnya Polres dalam mengundang wartawan. Itu hanya percakapan pribadi saya dalam whatsapp. Berita itu sudah menyalahi kode etik jurnalistik. Beritanya juga sudah mencoreng nama baik IJTI Cirebon Raya," kata Faisal, Rabu,  (19/8/2020).

Merasa nama baiknya tercemar, Paisal mengaku sudah melaporkan dan membuat aduan ke Polresta Cirebon. Hal itu dilakukan mengingat media daring yang mencantut nama dirinya dan IJTI Cirebon Raya belum terverifikasi Dewan Pers. Sehingga, ia merasa tidak perlu untuk melayangkan hak jawab dan hak koreksi kepada media itu.

"Kami merasa dirugikan atas beredarnya berita itu. Medianya belum terverifikasi dewan pers dan media itu tidak jelas. Sehingga kami membuat laporan dan aduan ke Polresta Cirebon. Mereka seolah-olah ingin membuat opini yang tidak benar. Sudah saya laporkan Selasa kemarin," ungkapnya.

Ia berharap agar kejadian seperti itu tidak terulang kembali. Mengingat, dalam kerja-kerja jurnalistik sebuah berita harus bersifat benar dan berimbang, supaya tidak ada kesalahan persepsi perihal informasi yang disampaikan kepada publik.

"Ini bisa menjadi pelajaran bagi kita. Kerja-kerja jurnalistik harus dilakukan dengan benar dan berimbang. Agar informasi yang kita sampaikan benar-benar berguna untuk masyarakat," tukasnya. (maman suharman)