Tak Ada Arak-arakan, Perayaan 1 Muharram di Purwakara Diisi Doa Bersama

Tak Ada Arak-arakan, Perayaan 1 Muharram di Purwakara Diisi Doa Bersama
Bupati Purwakarta Anne Ratna Mustika.

INILAH, Purwakarta – Beragam kegiatan dilakukan masyarakat dalam menyambut pergantian tahun baru islam (Hijriah). Dari mulai menggelar pawai obor, arak-arakan keliling kampung sembari menabuh bedug, hingga kegiatan lainnya yang berbau islam.

Sayangnya, saat ini wabah Covid-19 masih merancah dunia. Tak terkecuali di Purwakarta, sebaran dari wabah virus tersebut masih terjadi. Dengan begitu, sepertinya kegiatan-kegiatan tersebut untuk sementara tidak diperbolehkan dulu.

Bukan tanpa alasan, mengingat sampai saat ini penyebaran virus corona masih sangat memprihatinkan. Artinya, jelas sangat tidak elok jika masyarakat masih menggelar kegiatan yang bisa mengundang banyak massa di situasi seperti ini.

Bupati Purwakarta, Anne Ratna Mustika, menuturkan, pihaknya telah mengeluarkan imbauan terkait hal tersebut. Dalam kebijakan yang tertuang dalam surat edaran ini, isinya mengimbau masyarakat tak dulu menggelar perayaan pergantian tahun hijriyah. Karena, dikhawatirkan bisa membuat kerumunan massa.

“Di perayaan Tahun Baru Islam 1 Muharram 1442 Hijriah, kami mengimbau supaya tidak melakukan kegiatan yang bisa mengundang kerumunan massa. Edaran ini sudah kami sebar hingga tingkat desa,”ujar Anne kepada INILAH, Rabu (19/8/2020).

Anne menjelaskan, surat edaran ini merujuk pada instruksi Presiden nomor 6 tahun 2020 tentang peningkatan disiplin dan penegakan hukum protokol kesehatan dalam pencegahan dan pengendalian Covid-19, serta keputusan Menteri Kesehatan RI nomor HK.01.07/Menkes/382/2020 tanggal 19 Juni 2020 tentang protokol kesehatan bagi masyarakat di tempat umum.

Dalam hal ini, pihaknya lebih mengajak masyarakat untuk mengisi perayaan pergantian tahun ini dengan zikir dan doa akhir tahun di tempat masing-masing yang di mulai setelah Asar dan doa awal tahun mulai setelah Magrib.

“Untuk zikir dan doa bersama ini, bisa dilakukan di rumah masing-masing, masjid, atau di majelis taklim di lingkungan masing-masing. Tentunya, dengan tetap memperhatikan protokol kesehatan. Jadi, untuk tahun ini tidak boleh ada pawai obor atau arak-arakan sejenisnya,” jelas dia.

Dalam kesempatan doa bersama itu, Pemda Purwakarta juga mengajak seluruh elemen masyarakat agar berdoa untuk keselamatan dan kesehatan seluruh masyarakat sebagai ikhtiar bersama semoga pandemi ini segera berakhir. (Asep Mulyana)