RELX Tawarkan Rokok Elektrik Berkualitas

RELX Tawarkan Rokok Elektrik Berkualitas
istimewa

INILAH, Bandung-Perusahaan startup, RELX Teknologi terus mengembangkan teknologi dan inovasi rokok elektrik untuk memberdayakan pelanggan melalui pengembangan produk di atas standar yang ada.

General Manager RELX Indonesia, Jonathan Ng mengatakan dari misi perusahaan untuk memberdayakan perokok dewasa melalui teknologi, produk dan ilmu pengetahuan secara etis, RELX secara mandiri mengembangkan dan memproduksi rokok elekriknya sendiri.

"Hal ini dilakukan di pusat Penelitian dan Pengembangan (Litbang) dan pabrik demi menyediakan alternatif yang lebih baik bagi perokok dewasa yang memiliki keinginan untuk berhenti," ungkap Jonathan Ng lewat webinar di Jakarta, Rabu (19/8/2020).

Jonathan Ng mengatakan menurut data Public Helath England, bahwa rokok elektrik 95 persen lebih tidak berbahaya bagi kesehatan daripada rokok konvensional.

"Kondisi itulah yang mendorong RELX untuk meningkatkan kehidupan perokok yang merasa sulit untuk berhenti merokok, dan merancang produk yang memungkinkan mereka mengadopsi alternatif yang lebih baik," paparnya.

Jonathan Ng menjelaskan dengan menggunakan kekuatan teknologi dan desain dengan pendekatan yang berpusat pada manusia, RELX bertujuan untuk memberikan pengalaman produk dan pelanggan yang terbaik.

"RELX mengoperasikan lab standar CNAS pertama yang dimiliki oleh merek rokok elektronik independen. Berlokasi di Shenzhen, Cina, lab tersebut menerapkan standar industri paling ketat di dunia untuk produk rokok elektrik. Lab milik RELX juga memastikan keandalan dan kualitas e-liquid dan perangkat RELX," kata dia.

Sebagai informasi, kini RELX terus berinvestasi dalam desain produk, desain teknik, teknologi pengenalan wajah, pengembangan e-liquid, dan penelitian kimia dasar.

RELX juga telah mengembangkan lebih dari 30 teknologi inovatif secara independen dan telah mengajukan lebih dari 400 paten. Ilmuwan RELX juga melakukan pengujian sesuai dengan standar AFNOR XP D90-300-3 Prancis, yang diakui secara global.

Tim R&D RELX Technology juga menetapkan tolok ukur independen yang lebih ketat daripada AFNOR. Perusahaan yang mendirikan gerai pertamanya di Indonesia di Lotte Shopping Avenue pada September 2019 dan kini telah membuka lima cabang lainnya di beberapa provinsi di Indonesia, sedang fokus untuk menata ulang pengalaman konsumen dalam mengonsumsi nikotin.

Pabrik RELX telah beroperasi sejak 2019 untuk memastikan kualitas dan keandalan produk RELX. Ini adalah pabrik rokok elektrik terbesar di Cina dan mencakup area seluas lebih dari 20.000 meter persegi, dengan lebih dari 4.000 pekerja. Pabrik tersebut dapat memproduksi hingga 50 juta pod vape per bulan.

Tidak hanya fokus berbisnis, RELX juga fokus pada tanggung jawab sosial terkait rokok elektrik. Sejak awal bisnisnya, RELX mencetuskan The Guardian Program untuk menegaskan komitmennya dalam mencegah penggunaan rokok elektrik bagi anak di bawah umur dan orang yang tidak merokok.

The Guardian Program adalah inisiatif seluruh perusahaan yang mencakup mulai dari pengembangan produk hingga penjualan, dan mencakup RELX yang bekerja dengan pengecer dan karyawan di dalam toko untuk meningkatkan verifikasi usia, sehingga produk tidak jatuh ke tangan anak-anak dan non-perokok.

Di China, misalnya, siapa pun yang memasuki toko RELX resmi akan diminta untuk menunjukkan identifikasi untuk membuktikan bahwa mereka cukup umur meskipun hal ini tidak diwajibkan oleh hukum.

Di sisi lain, RELX juga menggunakan teknologi mutakhir seperti Artificial Intelligence untuk meningkatkan tindakan pencegahan kaum muda, sebuah program yang disebut Project Sunflower.

Mesin penjual otomatis di China mengadopsi teknologi pengenalan wajah untuk memastikan hanya pelanggan dewasa yang dapat melakukan pembelian. Anak di bawah umur tidak diizinkan memasuki toko RELX, dan kamera pemindai wajah di dalam toko akan mengirimkan peringatan kepada staf toko RELX jika anak di bawah umur memasuki toko.

Setiap konsumen yang dicurigai dibawah umur dan tidak dapat menunjukkan identifikasi yang valid akan diminta untuk meninggalkan toko RELX. RELX juga menggunakan data GPS dalam memilih lokasi untuk penyimpanannya, untuk memastikan lokasinya tidak terlalu dekat dengan sekolah dan yang tak kalah penting.

RELX juga mendukung legislasi dan regulasi yang efektif untuk mencegah pembelian dan penggunaan produk oleh anak di bawah umur.

Kemasan RELX menyertakan label nikotin terkemuka yang bertuliskan "Produk ini mengandung nikotin. Nikotin adalah bahan kimia yang membuat ketagihan". Peringatan seperti "Jauhkan dari anak di bawah umur" pun dicetak pada kemasan semua produk RELX.

Semua toko yang menjual produk RELX diharuskan memasang poster peringatan yang jelas. RELX juga menerapkan sistem penalti yang ketat pada pengecer / operator toko yang melanggar aturan.

Terakhir, RELX juga mendirikan Golden Shield Program pada Agustus 2019 untuk membantu mencegah produksi dan penjualan barang rokok elektronik ilegal.

Anggota Golden Shield Program RELX bekerja dengan platform media sosial, online, platform e-niaga online, Administrasi China untuk Industri dan Perdagangan, dan otoritas lokal di seluruh China untuk menghilangkan produk vaping palsu dari pasar. Program tersebut telah membantu pihak berwenang China menyita 48.000 produk rokok elektronik palsu.; (inilah.com)