Pemberi Suap Irianto Kok Belum Jadi Tersangka?

Pemberi Suap Irianto Kok Belum Jadi Tersangka?
Foto: Reza Zurifwan

INILAH, Bogor - Dinalara Butar-Butar selaku pengacara terdakwa Irianto merasa kecewa atas belum adanya tersangka baru terhadap dugaan suap, gratifikasi ataupun korupsi Dinas Perumahan Kawasan Pemukiman dan Pertanahan (DPKPP) Kabupaten Bogor.

"Hingga sampai saat ini baru dugaan penerima suap saja yaitu terdakwa Irianto maupun Faisal, sementara pemberinya hingga saat ini jangankan menjadi terdakwa, jadi tersangka saja tidak," kata Dinalara kepada wartawan, Kamis (20/8/2020).

Akibat tidak adanya pemberi yang menjadi tersangka ataupun terdakwa, maka dakwaan hukuman penjara minimal selama 3 tahun dan maksimal 15 tahun serta denda minimal Rp150 juta dan maksimal Rp750 juta yang dijerat kepada terdakwa Irianto dianggapnya prematur.

"Dengan UU Nomor 31/1999 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi Juncto UU Nomor 20/2001 tentang perubahan atas UU No 31/1999 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi maka yang harusnya dijerat itu bukan hanya penerima tetapi juga pemberi suap. Ini kami angggap janggal karena jangankan ada tersangka atau terdakwa baru, surat perintah dasar penyelidikan (SPDP) baru juga tidak ada," sambungnya.

Belum terbitnya SPDP baru ini dibenarkan Kasi Pidana Khusus (Pidsus) Kejaksaan Negeri Kabupaten Bogor Bambang Winarno. Dia mengaku, hal itu masih menunggu dari Satreskrim Polres Bogor.

"Untuk SPDP baru untuk kasus OTT Tipikor di DPKPP itu belum terbit, karena penyelidikan awalnya di Sat Reskrim Polres Bogor maka kami menunggu saja dab kalau ada pasti kami segera proses," ucap Bambang.

Sementara itu, Kasi Intel Kejaksaan Negeri Kabupaten Bogor Juanda menjelaskan hingga saat ini jajarannya masih fokus dalam sidang terdakwa Irianto dan Faisal di Pengadilan Tipikor Bandung.

"Saat ini kami masih fokus di persidangan terdakwa Irianto dan Faisal di Pengadilan Tipikor Bandung yang akan dilanjutkan Senin (24/8/2020) lusa. Saat ini, keduanya masih kami titip tahan di Ruang Tahanan Mako Polres Bogor dan untuk pemindahan tahanan ke Bandung demi kelancaran sidang kami masih menunggu instruksi majelus hakim," jelas Juanda. (Reza Zurifwan)