Dugaan Penggelapan Bansos Covid-19 Dilimpahkan pada Satgas Saber Pungli

Dugaan Penggelapan Bansos Covid-19 Dilimpahkan pada Satgas Saber Pungli
ilustrasi

INILAH, Bandung - Kepolisian Daerah (Polda) Jawa Barat dipastikan hanya menangani 12 kasus penggelapan dana Bantuan Sosial (Bansos) Covid-19 di wilayah hukumnya. Pasalanya, lima kasus diantaranya dilimpahkan ke Satgas Saber Pungli Jawa Barat.

Dirkrimsus Polda Jabar Kombes Yaved Duma Parembang, mengatakan total ada lima kasus yang ditangani Polda Jabar dan tujuh kasus ditangani Polres jajaran di wilayah hukum Polda Jabar.

"Totalnya 12 kasus (yang ditangani). Polda tangani lima, Polres ada tujuh, sisanya sudah dilimpahkan ke Saber Pungli," ucap Yaved saat dikonfirmasi, Sabtu (22/8/2020).

Yaved menjelaskan, saat ini polisi tengah mengumpulkan bahan keterangan dan meminta klarifikasi ada atau tidak tindak pidana korupsi dalam kasus tersebut.

"Belum ada (tersangka). Karena masih dilakukan kegiatan pengumpulan bahan-bahan keterangan," tutur Yaved.

Diberitakan sebelumnya, Polda Jabar menangani 17 kasus penggelapan dana Bansos Covid-19 di Jawa Barat. Modus yang dilakukannya pun beragam, mulai memotong langsung dana tersebut secara sepihak, hingga mengganti isi dus bansos dengan barang-barang yang secara harga lebih ekonomis.


"Ada yang diganti, isinya seharusnya daging diganti menjadi abon, bansos tunai diganti menjadi sembako, diganti beras kualitas lebih murah, pengurangan dana juga," ujar Yaved saat dikonfirmasi, Rabu (29/7/2020) lalu.
 
Selain itu, Diduga para pelaku merupakan aparat kewilayahan, mulai dari tingkat bawah RT hingga Kepala Dinas.

"Macam-macam (terduga pelakunya), ada Camat, Kades, Kadis Sosial, Kasi Kesra, aparat desa, perangkat desa, dan ketua RT," ungkap Yaved.
 
Ke-17 kasus tersebut semuanya masih pada tahap klarifikasi. Pasalnya, polisi tidak ingin gegabah dan menerapkan prinsip kehati-hatian dalam mengungkap jenis kasus tindak pidana korupsi. (Ridwan Abdul Malik)