Ampuhkah Gaya Provokatif Bayern Lawan PSG?

Ampuhkah Gaya Provokatif Bayern Lawan PSG?

INILAH, Lisabon - Manajer Bayern Muenchen, Hansi Flick, mengaku ia tidak akan banyak mengubah strategi yang selama ini diterapkannya ketika menjelang laga final Liga Champions melawan Paris Saint-Germain di Stadion da Luz, Lisbon, Portugal, Minggu waktu setempat (Senin WIB). Caranya, mempengaruhi atau memprovokasi lawan.

"Dalam semua pertandingan selama 10 bulan terakhir, kami lebih berupaya mempengaruhi lawan dengan gaya bermain kami ketimbang melakukan penyesuaian," kata Flick dalam jumpa pers pralaga dilansir laman resmi UEFA, Minggu dini hari WIB.

"Dan kami selalu menerapkan garis pertahanan tinggi yang sejauh ini membuahkan hasil bagus, jadi saya rasa itu tidak akan berubah banyak," ujarnya menambahkan.

Kendati demikian, Flick menyadari bahwa PSG punya daya ancaman lebih di lini depan dengan keberadaan Kylian Mbappe, Neymar dan Angel Di Maria, sehingga garis pertahanan tinggi yang diterapkannya selama ini harus disokong kemampuan untuk mencegah terciptanya ruang serangan bagi sang lawan.

"Tapi kami sadar tak boleh memberikan terlalu banyak ruang bagi lawan, walaupun itu sudah bagian dari risiko garis pertahanan yang tinggi," katanya.

"Yang terpenting adalah kami bisa mengawal ketat ketika lawan memiliki penguasaan bola, sehingga setiap ruang yang ada bisa kami tutup ketika permainan beralih ke wilayah pertahanan kami," ujar Flick melengkapi.

"Jadi, penting bagi kami untuk memotong garis umpan mereka sebab PSG punya kecepatan dalam diri pemain-pemain hebat di skuat mereka," kata Flick lagi.

Di sisi lain, Flick juga menyadari bahwa PSG punya rekor pertahanan yang bagus di Liga Champions musim ini, di mana Le Parisien sejauh ini cuma kebobolan lima gol saja.

"Mereka cuma kebobolan lima gol, paling sedikit di kompetisi ini musim ini, jadi jelas lini belakang mereka seefektif lini depannya. Kami punya strategi dan semoga bisa diterapkan dengan baik besok," katanya.

"Kami akan berusaha mengeluarkan performa terbaik, permainan terbaik kami dan hanya ketika kami bisa melakukannya dengan 100 persen kami bisa memenangkan pertandingan," pungkas Flick.

Flick yang dipercaya menduduki kursi manajer Bayern sepeninggal Niko Kovac seolah menjadi pembalik nasib raksasa Jerman itu baik di kompetisi domestik maupun Eropa.

Sejauh ini Flick sudah berhasil membawa Bayern juara Bundesliga Jerman dan Piala DFB Pokal, sehingga jika besok Die Bavaria mampu mengalahkan PSG mereka akan menorehkan trigelar kedua mereka setelah 2013.