Kuasa Hukum Sunan Kalijaga Desak Polisi Tahan Pria Ini Karena Melakukan Asusila Terhadap Kliennya

Kuasa Hukum Sunan Kalijaga Desak Polisi Tahan Pria Ini Karena Melakukan Asusila Terhadap Kliennya
Foto: Ridwan Abdul Malik

INILAH, Bandung - Kasus dugaan pencabulan yang diduga dilakukan pria berinisal DC terhadap dua orang perempuan di Kota Bandung memasuki babak baru. Pasalnya, kuasa hukum korban Sunan Kalijaga mendesak Polrestabes Bandung untuk segera menahan DC.

DC disangkakan dengan Pasal 81 dan 82 mengenai Perlindungan Anak. Hal itu dikarenakan satu di antara korban itu masih di bawah umur.

Kuasa Hukum korban Sunan Kalijaga mengatakan, pihaknya mengapresiasi langkah cepat Satreskrim Polrestabes Bandung yang telah menetapkan status DC sebagai tersangka.

"Yang pasti pertama-tama, kami selaku tim kuasa hukum korban dan orang tua korban sangat mengapresiasi kinerja dari pihak kepolisian di Polrestabes Bandung ini. Kami sangat mengapresiasi, sehingga paling tidak sudah memberikan rasa sedikit keadilan atau ketenangan (atas penetapan tersangka DC)," ucap Sunan di Mapolrestabes Bandung, Jalan Jawa, Kota Bandung, Sabtu (22/8/2020).

Namun, Sunan mengungkapkan, masih terdapat sedikit kekhawatiran dari korban maupun keluarga korban terhadap pelaku DC. Pasalnya, berdasarkan keterangan keluarga korban, DC sempat mendatangi kediaman korban hingga menyebabkan korban merasa terintimidasi dan takut.

"Saya mendapatkan info dari korban pada tanggal 15 Agustus lalu, bahwa saudara DC ini bersama beberapa orang yang berbadan tegap mendatangi rumah orang tua dari korban," ujar Sunan.

Hal itulah yang mendorong Sunan untuk mendesak kepolisian agar segera melakukan penahanan terhadap pelaku DC.

"Sekali lagi kami katakan kami meminta supaya pihak Polrestabes Bandung segara melakukan penahanan atau upaya paksa karena dikhawatirkan akan terjadi atau terulang kembali intimidasi dari tersangka ke pihak korban atau keluarga korban," tegas Sunan.

Ditemui di tempat yang sama, tim kuasa hukum korban lainnya Rohman Hidayat menjelaskan ada dua korban dalam kasus itu. Korban pertama masih berada di bawah umur sedangkan satu korban lainnya sudah dewasa.

Aksi cabul pelaku bermula dari perkenalan melalui media sosial. Setelah didekati, korban dibawa ke rumah pelaku lalu dicekoki minuman keras dan pelaku pun melakukan aksinya.

Setelah melakukan aksi cabul, pelaku meminta korban untuk ditato di sejumlah bagian tubuhnya. Pelaku juga meminta korban menelan obat-obatan.

Aksi dengan pola serupa dilakukan pelaku kepada dua korban. Selain melakukan aksi cabul, pelaku juga diduga mengintimidasi korbannya dengan menggunakan senjata api.

"Di bawah umur tatonya ada tiga, di punggung, di leher bagian kanan, kemudian si pinggang sebelah kanan, dibuat dalam waktu sehari. Gambar dan letak sesuai dengan keinginan si pelaku," ucap Rohman

"Yang jelas tiap korban polanya adalah diajak, diberi minum kemudian dilakukan pencabulannya di rumah pelaku sendiri," sambungnya.

Terpisah, Kasubag Humas Polrestabes Bandung AKP Rahayu Mustikaningsih membenarkan adanya penetapan tersangka DC. Meski begitu, Dia belum bisa berkomentar banyak perihal kasus tersebut.

"Sudah (jadi tersangka)," pungkasnya. (Ridwan Abdul Malik)