Perang Bintang Pilkada Kabupaten Bandung, Siapa Bakal Menang? 

Perang Bintang Pilkada Kabupaten Bandung, Siapa Bakal Menang? 
net

INILAH, Bandung - Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 2020 Kabupaten Bandung ibarat perang bintang. Sejumlah partai politik ramai-ramai meminang sejumlah nama beken dari kalangan selebritis hingga olahragawan. Lantas bintang mana yang bakal menang sekaligus memimpin Kabupaten Bandung periode selanjutnya?

Dari kalangan artis ada nama aktor Syahrul Gunawan yang resmi mendampingi Dadang Supriatna. Pasangan ini diusung PKB, Nasdem, dan Demokrat. 

Belum lama ini, muncul pula nama Dina Lorenza yang digadang-gadang bakal maju mendampingi kader PKS yang juga Wakil Bupati Bandung saat ini, Gun Gun Gunawan. Ada juga kejutan lainnya, tatkala nama Atep Rizal dibewarakan turut menjajal kontestasi Pilkada 2020 Kabupaten Bandung. Mantan Penggawa Persib Bandung ini berpasangan dengan Yena Iskandar Ma'soem yang telah resmi diusung oleh PDIP.

Di sisi lain, meskipun tidak meminang selebritis namun partai Golkar tidak sembarang mengusung sosok yang bisa menjadi ancaman kandidat lainnya. Ada nama Nia Kurnia Agustina dan Usman Sayogi yang telah diusung Partai Pohon Beringin tersebut. 

Nia merupakan anak dari anak dari mantan bupati Bandung dua periode, Obar Sobarna sekaligus istri Bupati Bandung Dadang Nasser yang telah memimpin Kabupaten Bandung dua periode terakhir. Sedangkan Usman Sayogi merupakan birokrat yang kini menjabat Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kabupaten Bandung.

Fenomena perang bintang dalam Pilkada 2020 Kabupaten Bandung ini pun mendapat tanggapan dari Pakar Politik Univeristas Padjadjaran (Unpad) Firman Manan. 

"Jadi kan mereka (publik figur) itu di posisi calon wakil (kepala daerah) ya. Nah, kalau kita lihat di pengalaman Pilkada di Jabar memang ada beberapa yang berhasil dengan pola seperti itu," ujar Firman, Minggu (23/8/2020).

Firman mencotohkan, meminang publik figur pernah sukses dilakukan oleh Ahmad Heryawan saat menjabat Gubenur Jabar periode pertama maupun kedua. Di mana setelah berpasangan dengan Dede Yusuf, lantas bersanding dengan Deddy Mizwar pada periode selanjutnya.

Begitu pula yang terjadi di Kabupaten Bandung Barat (KBB), di mana Aa Umbara menggandeng artis Hengky Kurniawan sebagai Wakil Bupati.

"Walaupun pada saat itu ada kasus juga sebenarnya Almarhum Pak Abu Bakar. Jadi ada variable itu. Tapi artinya pola rujukan (menggandeng selebritis) itu berhasil," imbuh dia.

Kendati demikian, Firman menyampaikan strategi partai politik menggandeng publik figur juga tidak selalu berjalan mulus. Terlebih bilamana mencalonkan sebagai kepala daerah bukan wakil. 

"Misalnya kang Deddy Mizwar waktu di Pilgub Jabar 2018 kalah kan sama Emil. Lalu Nurul Arifin di Kota Bandung juga kalah oleh Pak Oded. Artinya kan ada yang berhasil dan tidak," jelas dia.

Yang menarik pada Pilkada 2020 Kabupaten Bandung, dia melanjutkan, yaitu munculnya nama Atep Rizal. Di mana nama mantan penggawa Persib tersebut melekat di benak masyarakat Jabar disandingkan Dina Lorenza maupun Syahrul Gunawan yang notabene artis nasional. 

"Sementara dalam pilkada itu seringkali orang memang lebih melihat pada figur lokal. Nah ini yang terjadi dengan Nurul Arifin, Nurul Arifin itu kan figur nasional," imbuhnya. 

Lebih lanjut, Firman menyebutkna Pilkada 2020 ini merupakan Pilkada khusus mengingat digelar di massa pandemi Covid-19. Sehingga, setiap pasangan calon memiliki keterbatasan untuk melakukan kampanye efektif dengan jangka waktu sekitar 2 bulan. 

Menurut dia, upaya partai politik yang melibatkan publik figur pun bagian dari strategi agar masyarakat mengenal calon kepala daerah yang diusung secara instan. 

"Artinya memang dibutuhkan figur yang sudah dikenal oleh publik. Jadi kalau misalkan pasangan calon dua-dua-nya belum dikenal itu kan perlu waktu. Artinya (publik figur) secara popularitas sudah terdongkrak," kata dia. 

Meski demikian, menurut dia, bukan berarti partai yang tidak mengusung publik figur akan gagal dalam Pilkada 2020 Kabupaten Bandung. Firman menilai, pasangan Nia Kurnia Agustina dan Usman Sayogi yang telah diusung Partai Golkar merupakan salah satu kandidat kuat untuk memimpin Kabupaten Bandung periode selanjutnya. 

"Bagaimana pun ini kandidat kuat potensial, karena Nia punya sejarah keluarga Politik. Anak dari pak Obar juga istri kang Dadang Naser. Sudah 20 tahun itu di Kabupaten Bandung," pungkas Firman. (Rianto Nurdiansyah)